Sample Feature Post 1 Title
All of this content is sample tyr to replace these content every slider to your content descriptions. Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace it.
Sample Feature Post 2 Title
All of this content is sample tyr to replace these content every slider to your content descriptions. Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace it.
Sample Feature Post 3 Title
All of this content is sample tyr to replace these content every slider to your content descriptions. Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace it.
Wednesday, May 29, 2013
Berharap atau Berangan-angan
Lulus ujian dengan nilai yang baik dan diterima di lembaga
pendidikan selanjutnya adalah harapan dari sebagian kita. Diantara kita ada
yang berusaha keras untuk mewujudkan harapan tersebut. Namun ada juga yang
‘sekedar berharap’ . Kita berharap lulus dan dapat melanjutkan pendidikan namun
tak berusaha keras untuk mewujudkan harapan kita.
Sesungguhnya kita adalah perumpamaan hamba-hamba Allah dalam
menyikapi rahmat Allah, ampunan-Nya, dan penerimaan-Nya terhadap amal ibadah.
Hal ini berkaitan dengan ar-raja’, suatu akhlak hati yang mempunyai peranan
penting dalam ibadah.
Label:
Motivasi
Al Quran Berbicara Mengenai “TELEPORTASI”
Teleportasi memiliki arti pemindahan sesuatu (materi) dari satu
titik ke titik lain melalui sebuah proses penguraian dan pengembalian kembali
susunan dari sesuatu tersebut. Kalau pernah menonton film Star Trek, Battle
Star of Galactica, Time Tunnel, atau Time Machine, atau The One nya Jet Lee, pasti
tergambar proses teleportasi, dimana sosok Capt.
Kirk dan Spok dapat berlanglang buana ke berbagai tempat di
angkasa ini melalui mesin teleportasi. Atau tokoh Triple James yang
berpetualang di antar galaksi dalam mencari tempat kehidupan baru bagi ras
manusia, dengan menggunakan kendaraan berkecepatan cahayanya (teknologi warp).
Atau Time Tunnel, dimana sekelompok manusia melewati lorong waktu berkelana ke
dunia lain melalui lubang cacing (wormhole, istilah ilmiah/fisika untuk
menjelaskan adanya lorong antar dimensi yang dapat menembus waktu dan ruang).
Dan terakhir Time Machine, dimana sosok Adam (tokoh dalam film)
mencari pembalikan takdir untuk menjumpai istrinya kembali sebelum terjadi
kecelakaan dan terjebak dalam beberapa zaman melalui mesin waktu ciptaannya.
Ya…semua itu adalah sci-fi atau fiksi ilmiah yang akan menerbangkan imajinasi
penonton berkenaan dengan waktu. Tetapi jangan lupa, dalam Al Qur’an pun
membicarakan sesuatu tentang teleportasi ini…
Dalam Al Qur’an ada ayat yang membicarakan peristiwa teleportasi
ini yaitu berkenaan dengan peristiwa pemindahan Singgasana Ratu Bilqis dari
negeri Saba’. Dalam Qur’an Surat An Naml (27) ayat 38 – 40 yang artinya,
“Berkata Sulaiman: “Hai
pembesar-pembesar, siapakah di antara kamu sekalian yang sanggup membawa
singgasananya kepadaku sebelum mereka datang kepadaku sebagai orang-orang yang
berserah diri”, Berkata ‘Ifrit (yang cerdik) dari golongan jin: “Aku akan
datang kepadamu dengan membawa singgsana itu kepadamu sebelum kamu berdiri dari
tempat dudukmu; sesungguhnya aku benar-benar kuat untuk membawanya lagi dapat
dipercaya”,
Berkatalah seorang yang
mempunyai ilmu dari AI Kitab : “Aku akan membawa singgasana itu kepadamu
sebelum matamu berkedip”. Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak
di hadapannya, iapun berkata: “Ini termasuk kurnia Tuhanku untuk mencoba aku
apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya). Dan barangsiapa yang
bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan
barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia“.
Ada dua tawaran untuk hal pemindahan singgasana Sang Ratu Bilqis,
yaitu yang pertama dari bangsa Jin dalam hal ini diwakili Ifrit yang memiliki
kemampuan melalui ilmunya (teknologi mereka) dapat memindahkan singgasana
tersebut dengan hitungan waktu sesaat, yang digambarkan ‘sebelum Nabi Sulaiman
as berdiri dari tempat duduknya’. Yang kedua adalah tawaran dari seseorang yang
memiliki ilmu dari Al Kitab (apakah itu Kitab terdahulu dalam hal ini Zabur dan
Taurat, atau kitab Ilmu pengetahuan dan teknologi yang mereka kuasai saat itu).
Ia mampu memindahkan singgasana dengan hitungan waktu yang lebih cepat dari
tawaran Ifrit, yaitu dalam waktu sekejap yang digambarkan sebelum mata Nabi
Sulaiman as berkedip. Subhanallah… .
Yang jadi pertanyaan adalah : apakah sang ilmuwan ini hanya
mengandalkan doa semata-mata selayaknya kemampuan Allah mencipta dengan
mengatakan ‘Kun’, ini mustahil. Atau hanya sekedar mengandalkan kekuatan doa
agar dikabulkan Allah SwT untuk memindahkannya, ini pun mustahil. Mengapa? ini
seolah Nabi Sulaiman as tidak memiliki kekuatan doanya secara langsung kepada
Allah SwT sebagai seorang Nabi yang memiliki kedudukan khusus di sisi Allah
yang justru jauh dari apa yang dimiliki oleh hanya seorang pembesarnya
(menterinya) yang berilmu.
Demikian juga waktu yang dilakukan untuk berdoa dengan mata berkedip, lebih cepat mata berkedip. Apakah hanya mengatakan kata tertentu? Mustahil juga, layaknya sebuah sihir ‘abrakadabra’. Ilmu (teknologi) apakah ini? Yang jelas ini merupakan sebuah ilmu teknologi canggih yang terjadi pada saat itu dan tidak dapat dikuasai lagi di abad berikutnya. Mengapa? Karena Nabi Sulaiman as sendiri yang meminta melalui doanya, sebagaimana tercantum dalam Qur’an Surat (38) Shaad ayat 35 yang artinya,
Demikian juga waktu yang dilakukan untuk berdoa dengan mata berkedip, lebih cepat mata berkedip. Apakah hanya mengatakan kata tertentu? Mustahil juga, layaknya sebuah sihir ‘abrakadabra’. Ilmu (teknologi) apakah ini? Yang jelas ini merupakan sebuah ilmu teknologi canggih yang terjadi pada saat itu dan tidak dapat dikuasai lagi di abad berikutnya. Mengapa? Karena Nabi Sulaiman as sendiri yang meminta melalui doanya, sebagaimana tercantum dalam Qur’an Surat (38) Shaad ayat 35 yang artinya,
”Ia berkata: “Ya
Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki
oleh seorang juapun sesudahku, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Pemberi”.
Bayangkan bila teknologi itu dapat dikuasai pada saat ini… pasti
semakin banyak kejahatan yang terjadi yang memanfaatkan teknologi tersebut. Dan
untung hanya sebatas pada film-film sci-fi (sciencefiction). Atau akan menjadi
kufur karena tidak percaya dengan apa yang sudah ditetapkan Allah (Takdir).
Teleportasi berikutnya dalam bentuk perjalanan atau transfer
sesuatu
1. Peristiwa “al Maidah” permintaan Nabi Isa As kepada Allah SWT
(QS. Al Maidah 5 ayat 114-115),
Isa putra Maryam berdoa: "Ya Tuhan kami, turunkanlah kiranya
kepada kami suatu hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari
raya bagi kami yaitu bagi orang-orang yang bersama kami dan yang datang sesudah
kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau; beri rezekilah kami, dan
Engkaulah Pemberi rezeki Yang Paling Utama".
2. Peristiwa “al Maidah” Maryam binti Imron, ibunda Isa As yang
kedapatan makanan di mihrabnya saat Zakariya as mengetahui keberadaan makanan
tersebut (QS.Ali Imron 3 ayat 37),
Maka Tuhannya menerimanya (sebagai nazar) dengan penerimaan yang baik, dan mendidiknya dengan pendidikan yang baik dan Allah menjadikan Zakaria pemeliharanya. Setiap Zakaria masuk untuk menemui Maryam di mihrab, ia dapati makanan di sisinya. Zakaria berkata: "Hai Maryam dari mana kamu memperoleh (makanan) ini?" Maryam menjawab: "Makanan itu dari sisi Allah". Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa hisab.
3. Peristiwa perjalanan Sulaiman As dengan menggunakan angin
(QS.Saba 34 ayat 12),
Dan Kami (tundukkan) angin bagi Sulaiman, yang perjalanannya di
waktu pagi sama dengan perjalanan sebulan dan perjalanannya di waktu sore sama
dengan perjalanan sebulan (pula) dan Kami alirkan cairan tembaga baginya. Dan
sebahagian dari jin ada yang bekerja di hadapannya (di bawah kekuasaannya)
dengan izin Tuhannya. Dan siapa yang menyimpang di antara mereka dari perintah
Kami, Kami rasakan kepadanya azab neraka yang apinya menyala-nyala.
4. Peristiwa teleportasi Isa as ke suatu tempat yang hanya Allah tahu dalam rangka penyelamatan Allah terhadap diri-Nya dari Fitnah. (QS. An Nisa 4 ayat 158 – 159),
Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya.
Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
Tidak ada seorang pun dari Ahli Kitab, kecuali akan beriman
kepadanya (Isa) sebelum kematiannya. Dan di hari Kiamat nanti Isa itu akan
menjadi saksi terhadap mereka.
5. Peristiwa Isra’ dan Mi’raj nya Rasulullah Muhammad SAW (QS.
Isra 17 ayat 1).
Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu
malam dari Al Masjidilharam ke Al Masjidilaksa yang telah Kami berkahi
sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda
(kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.
Nah, peristiwa teleportasi ini jelas pasti berhubungan dengan
masalah ‘waktu’ dan ‘tempat’, maka banyak sekali dalam Al Qur’an, Allah
bersumpah dengan nama ciptaanNya agar supaya manusia memperhatikan ada apa
dibalik nama ciptaanNya tersebut. Semisal ‘Demi Waktu Ashar’ , ‘Demi Waktu
Fajar’, ‘Demi Waktu Dhuha’, ‘Demi Waktu Siang’, ‘Demi Waktu Malam’, dan masih
banyak lagi yang berkenaan dengan waktu. Belum lagi berkenaan dengan sebuah
peristiwa atau tempat-tempat tertentu.
Tidak lain adalah bagaimana kita sebagai manusia memperhatikan
hal-hal demikian, ada rahasia apa di balik demikian. Paling tidak sebagaimana
ujian teleportasi pada nabi Sulaiman as yang ia katakan adalah “Ini termasuk
kurnia Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan
nikmat-Nya dan kekuasaan-Nya). Dan barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya
dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar
(akan nikmat-Nya dan kekuasaan-Nya), maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi
Maha Mulia“
Atau sebagai tolok ukur manusia untuk melihat perkembangan
amaliyahnya ketika ia masih berada di dunia ini, sebagaimana apa yang di inginkan
Allah SWT dalam QS. Al Mulk 67 ayat 2 yaitu
“(Dialah Allah) Yang
menjadikan mati (peristiwa kematian) dan hidup (peristiwa kehidupan), supaya
Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha
Perkasa lagi Maha Pengampun”.
Wallahu a’lam bish Shawwab.
Label:
Sains
Tuesday, April 16, 2013
‘Al-Masih Bukanlah Putera Allah’
Oleh
: Armansyah
Tidak
ada satupun yang mengetahui secara pasti tahun kelahiran ‘Al-Masih putera Maryam, menurut catatan yang ada dalam
Injil Lukas 2:1-20, ‘Al-Masih telah dilahirkan ketika diselenggarakan
sensus penduduk diwilayah Syiria dan Palestina atas perintah Kaisar Augustus
(27 SM - 14M) sekitar tahun 7 Masehi (759 Romawi), setelah Kaisar Herodes
Archelaus (4SM - 6M) dipecat oleh pemerintah Romawi dan Yudea secara
langsung dijadikan wilayah propinsi Roma.
Sebaliknya, Injil Matius,
‘Al-Masih telah dilahirkan pada masa
pemerintahan Kaisar Herodes Agung (37 SM - 4M), ayah dari Kaisar
Herodes Archelaus yang wafat pada tahun 4 SM (749 Romawi).
Kedua perbedaan riwayat
kelahiran ‘Al-Masih oleh Matius dan
Lukas ini sangatlah tajam sekali dan tidak bisa dikompromikan. Salah satu
diantaranya haruslah salah atau justru kedua-duanya salah semua, sebab tidak
mungkin keduanya benar !
‘Al-Masih didalam Bible digambarkan telah lahir dikota
Bait Lahm (Betlehem), sekitar 6 mil sebelah selatan ibukota Jerusalem
(Darussalam). Dan kelahiran ‘Al-Masih ini
menurut Al-Qur’an telah terjadi ditengah padang pasir yang terik dibawah
rimbunan pohon Kurma yang menjadi santapan Maryam, ibunya. (Al-Qur’an surah
19:24-25).
"Maka dari dekatnya,
Jibril telah berseru: Janganlah engkau (Maryam) berduka cita; sesungguhnya
Tuhanmu telah menyiapkan bagimu sebuah mata sungai lalu goyangkanlah pohon
kurma itu, disana dia akan berguguran buah-buahnya yang masak." (Al-Qur'an,
Maryam 19:24-25)
Dari penjelasan Al-Qur’an
ini bisa diambil kesimpulan, bahwa ‘Al-Masih
dilahirkan pada awal musim rontok (gugur), karena buah-buah kurma dapat
berguguran kebumi, dan itu kira-kira tanggal 21 September hingga 21 Desember.
Pada akhir musim rontok
yaitu sekitar tanggal 21 Desember, dedaunan dan buah-buahan akan sudah habis
berguguran (runtuh) sehingga tidak satupun yang masih terlihat pada pohonnya
dan menunggu mulai musim dingin, yaitu tanggal 21 Desember.
Musim dingin di Palestina
diakhiri dengan tanggal 21 Maret. Jadi Nabi ‘Al-Masih telah dilahirkan pada musim gugur (rontok)
yaitu kurang lebih pada bulan September atau Nopember, menjelang bulan
Desember, yaitu buah atau daun-daun mulai bersemi kembali (musim dingin).
Karena ‘Al-Masih lahir dan hidup dalam lingkungan bangsa
Yahudi di Palestina yang meliputi wilayah Yudea bagian selatan dan Galilea
bagian utara, maka amat penting untuk mengenal kehidupan ‘Al-Masih dan masyarakat Yahudi dimasanya. Dia lahir
dan hidup disaat Palestina dalam keadaan tidak tentram.
Dari masa kemasa bangsa
Israil (Yahudi) harus bertikai dengan bangsa lain. Setelah 40 tahun tinggal
dipadang Tiah disemenanjung Sinai setelah Nabi Musa wafat sekitar abad ke-11
SM- Yoshua berhasil merebut wilayah Palestina dari suku Edom, Kanaan dan
Filistin. Tetapi setelah Nabi Sulaiman putra Nabi Daud wafat (973 - 933 SM),
Israil ditaklukkan oleh raja Sargon I dari kerajaan Asiyria pada tahun
722 SM.
Kemudian Nebukadnezar
dari Babilonia datang menaklukkan dan menguasai Yerusalem pada tahun 586 SM.
Bait Allah yang dibangun dimasa pemerintahan Nabi Sulaiman dibiarkan utuh,
tetapi harta wakaf yang tersimpan di Bait Allah dan harta kekayaan istana
dirampas. Bangsa Yahudi melakukan pemberontakan terhadap kekuasaan Babilonia
itu. Namun dalam melancarkan serangan balasannya, tentara Nebukadnezar telah
menghancurkan Bait Allah berikut kota Yerusalem.
Dan pada tahun 538 SM
roda nasib kaum Yahudi berputar, Babilonia ditaklukkan oleh kerajaan Persi, dan
Cyrus alias Koresi (550 - 530 SM) mengizinkan orang-orang Yahudi pulang
ke Yudea untuk membangun kembali Bait Allah dan kota Yerusalem serta
mengembalikan harta kekayaan yang dirampas oleh Nebukadnezar. Bekas tawanan
Yahudi yang pulang kembali ke Yudea berjumlah 42.360 jiwa. Disamping membawa
budak dan wanita sebanyak 7.337 jiwa. Didalamnya termasuk 200 laki-laki dan
gadi penyanyi. Kafilah besar itu membawa 736 ekor kuda, 245 ekor bagal, 435
ekor unta dan 6.720 ekor keledai (Kitab Ezra 2:64-69)
Sayangnya bangsa Yahudi
tidak lama menikmati kekuasaan otonom dari pihak Persi yang raja-rajanya kala
itu menganut agama Zarahustra, sebab Persi ditaklukkan oleh Alexander (337-323
SM) dari Macedonia pada tahun 322 SM yang menjadi raja Yunani tahun 323 SM dan
berkelanjutan terus dibawah kekuasaan Yunani sampai tahun 168 SM dimana pecah
pemberontakan total bangsa Yahudi dibawah pimpinan Makkabe bersaudara.
Pada masa itu
terbentuklah kerajaan Yahudi kembali dibawah dinasti Makkabe (168 - 63 SM),
namun tidak berusia lama, karena pada tahun 63 SM, wilayah Palestina, Syiria
dan Asia kecil ditaklukkan oleh Imperium Romawi.
Sejak dibawah kekuasaan
Imperium Romawi itulah sejarah bangsa Yahudi di Palestina diliputi kekacauan
dan pemberontakan, disebabkan beban pajak yang teramat berat beserta
penghinaan-penghinaan terhadap agama bangsa Yahudi yang dibawa oleh Nabi Musa
as.
Disebabkan penindasan
bangsa penakluk selama berabad-abad dan silih berganti, maka mereka menyimpan
dendam yang selalu membara dihatinya. Namun dalam kondisi yang
sehitam-hitamnya, diantara mereka ada golongan yang mengharapkan datangnya
seorang Musa baru beserta pendampingnya (seperti Harun), yang akan menghantam
bangsa penjajah dan menghidupkan kembali ajaran-ajaran Allah. Dan Musa baru
inilah yang disebut sebagai Mesiah atau al-Masih.
Impian dan keyakinan
bangsa Yahudi dari hari kehari dalam menantikan seorang Al-Masih baru terus
berkembang dan mereka siap mengelu-elukan kedatangan Musa baru yang mampu
membebaskan bangsa Yahudi dari cengkraman Imperium Romawi, dan mengembalikan
kemegahan serta kejayaan nenek moyang mereka dimasa lalu, terutama dimasa-masa
pemerintahan Nabi Daud dan Nabi Sulaiman.
Sebagian besar harapan
dan keyakinan akan datangnya Al-Masih untuk mengembalikan kemegahan Daud telah
menyebabkan mereka berpendapat bahwa sang Mesias itu haruslah juga dari bibit
dan benih Nabi Daud itu sendiri yang memiliki aliran darah pejuang dan bangSAWan
besar.
Nabi Daud dan Nabi
Sulaiman telah terbukti mampu mengungguli seluruh kerajaan dunia dalam hal
kekuatan dan kekayaannya; ketika seluruh kerajaan dunia takluk dan tunduk
dibawah pemerintahan keduanya; ketika seluruh bangsa bertekuk lutut dibawah
telapak kaki bangsa Yahudi sebagaimana yang juga dipaparkan oleh Al-Qur’an :
maka Kami telah memberikan
pengertian kepada Sulaiman tentang hukum (yang lebih tepat); dan kepada
masing-masing mereka telah Kami berikan hikmah dan ilmu dan telah Kami
tundukkan gunung-gunung dan burung-burung, semua bertasbih bersama Daud. Dan
Kami lah yang melakukannya.. (QS.
21 Al Anbyaa:79)
Dan bagi Sulaiman angin; yang perjalanannya di waktu pagi
sama dengan sebulan perjalanan dan diwaktu sorenya sebulan (pula) dan Kami
suruh menyelidiki baginya sumber logam. Diantara Jin ada yang bekerja
dihadapannya dengan izin Tuhannya; dan siapa yang menyimpang di antara mereka
dari perintah Kami, Kami rasakan kepadanya siksaan api yang menyala.
Mereka mengerjakan untuknya apa yang dia kehendaki dari
gedung-gedung pencakar langit dan patung-patung, serta piring-piring seperti
kolam dengan roda-roda yang bersumbu. Bekerjalah hai keluarga Daud sambil
bersyukur, dan sedikit sekali dari hamba-hambaKu yang berterima kasih.
(QS. 34 Saba’ :12-13)
Namun bangsa Yahudi tidak
pernah tahu bahwa sebelum Nabi Sulaiman wafat, dimasa awal pemerintahannya,
beliau sudah bermunajat kepada Allah agar dilimpahkan kerajaan yang tidak akan
pernah terulang lagi pada masa kapanpun itu, baik oleh orang-orang Yahudi
maupun bukan.
Ia(Sulaiman) berkata:"Ya Tuhanku ! berilah ampunilah
dan karuniailah untukku kerajaan yang tidak dimiliki oleh siapapun sesudahku,
karena Engkau sungguh Yang Maha pemberi". (QS.
38 Shaad :35)
Impian kaum Yahudi bahwa Al-Masih
yang berupa perwujudan dari Musa yang akan mengantarkan bangsa Yahudi kembali
menjadi bangsa besar dan pilihan itu tampaknya memang tidak akan pernah
terwujudkan dalam sejarah peradaban dunia.
Kisah lahirnya 'Isa putra
Maryam secara ajaib telah menaruh satu prasangka tersendiri dalam kalangan umat
Yahudi, mereka mencoba menghubung-hubungkan silsilah Maryam maupun Yusuf
Arimatea (bapak angkat ‘Al-Masih menurut
versi Bible) kedalam garis keturunan Nabi Daud.
Karena ulah kaum Yahudi
tersebut, maka kacaulah sudah nasab ‘Al-Masih , Kembali terjadi konfrontasi
antara Gospel of Luke dan Gospel of Matthew didalam menjabarkan silsilah sang
Mesias, dimana Matius 1:6-16 telah menghubungkan ‘Al-Masih dalam 26 generasi dari Nabi
Daud dan mencuplik Ya'kub sebagai ayah dari Yusuf Arimatea serta
menyilangkan nasabnya kepada Nabi Sulaiman, maka Lukas lebih
frontal lagi, dalam pasal 3:23-31 dia telah menghubungkan ‘Al-Masih dalam 41 generasi sebelum Daud
dengan mencuplik Eli sebagai ayah dari Yusuf Arimatea dan
mengambil silsilah dari Natan, saudara Nabi Sulaiman.
Tentu saja hal ini telah
menghancurkan sejarah suci sang Mesias itu sendiri, sebab bagaimanapun juga, ‘Al-Masih
, bukan anak kandung yang terlahir dari darah dan daging Yusuf Arimatea bersama
Maryam, sebab sebelum keduanya menjadi suami istri, Maryam sudah hamil karena
kuasa Allah.
"Ketika Malaikat berkata:"Wahai Maryam,
sesungguhnya Allah mengabarkan kepadamu bahwa engkau akan dapat satu kalimah
daripadaNya, namanya al-Masih, ''Isa putra Maryam, yang mulia didunia dan
akhirat dan seorang dari mereka yang dihampiri. Dan dia akan berbicara kepada
manusia dalam buaian dan ketika sudah dewasa dan dia termasuk di antara
orang-orang yang saleh" (Qs. ali Imran
3:45-46)
Ia (Maryam) menjawab: "Ya Tuhanku, betapa mungkin aku
mempunyai anak, padahal aku belum pernah disentuh oleh manusia ?". Allah
berfirman (dengan perantaraan Jibril):"Demikianlah Allah menciptakan apa
yang dikehendaki-Nya. Apabila Allah berkehendak menetapkan sesuatu, maka
Allah hanya cukup berkata kepadanya: "Jadilah", lalu jadilah
dia." (Qs. ali Imran 3:47)
Pengertian kata "Kalimah/Kalam
Allah" yang terdapat pada kitab suci AlQuran atau Hadits mempunyai
beberapa arti, antara lain :
Ujian
Sebagaimana dapat kita temukan dalam Surah Al Baqarah 124 Sbb :
Sebagaimana dapat kita temukan dalam Surah Al Baqarah 124 Sbb :
Dan ketika Ibrahim diuji Tuhan-nya dengan beberapa Kalimah, lalu ditunaikannya. Ia
berfirman : "Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia
!". Ia bertanya : "Dengan anak cucuku ?". Dia menjawab: "PerjanjianKu
tidak akan mengenai orang-orang yang zhalim." (Qs.
2 Al Baqarah :124)
Ketetapan
Kolu Bala Walakin Haqqot
KALIMATUL 'azabi 'alal kafirin Artinya :
Tetapi telah pantas Kalimah atas orang-orang kafir ! (Qs. 39 Zumar: 71)
Ucapan, Omongan atau
Kalam
Pengertian seperti ini
bisa dijumpai pada hadist yang berbunyi :
"Jihad yang paling utama ialah Kalimah yang benar dihadapan
penguasa yang zalim."
Kata "KALIMAH"
dengan arti "Ucapan, Omongan atau Kalam" ada 2 macam pengertian,
yaitu :
1.Ucapan yang dimiliki oleh manusia
disebut Kalimat Hawadis, artinya Ucapan Makhluk yang bersifat
fana atau rusak.
2.Ucapan yang berasal dari Allah disebut
Firman atau Kalam yang bersifat Qodim, kekal selamanya dan tidak akan rusak.
Untuk lebih jelas, mari kita lihat langsung pada konteks ayat yang mengatakan
bagaimana Isa dijadikan Allah, kita ambil Surah An-Nisa ayat 171 yang berbunyi
:
"Hai Ahli Kitab ! Janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan
janganlah kamu berkata atas Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al-Masih,
'Isa putera Maryam itu, tidak lain melainkan utusan Allah dan KalimahNya yang Ia berikan kepada
Maryam dengan tiupan ruh daripada-Nya.
Maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu
berkata: "Trinitas", Hentikanlah ! Baik bagimu. Allah itu adalah
Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Dia dari mempunyai anak, kepunyaanNya-lah semua
yang dilangit dan semua yang dibumi; Cukuplah Allah sebagai Pelindung."
(QS. 4 An Nisaa’ :171)
Kata "Al
Qoha Ila Maryam" yang diartikan dengan Meniupkannya
kedalam rahim Maryam susunan kalimatnya berbentuk kata kerja
transitif (fi'il muta'addi), yaitu kata kerja yang membutuhkan obyek penderita.
Pada ayat ini, subyeknya
adalah "Allah". Kata kerjanya ialah "alqo" (melemparkan).
Obyek penderitanya ialah "ha" (Kalimah).
Obyek penderitanya ialah "ha" (Kalimah).
Jadi sudah jelas, yang
masuk kedalam tubuh Maryam itu adalah "Kalimah Hawadis" dan bukan
"Kalam Qodim". Sebab, mustahil Allah memasuki tubuh Maryam.
Seandainya peristiwa mustahil ini bisa terjadi, maka susunan kalimatnya memakai
kata kerja intransitif (fi'il lazim) sebagai berikut :
Wakola muhu yad ghulu fi
Maryam Artinya: dan Firman-Nya memasuki tubuh Maryam
Sehingga nyatalah
keterangan AlQur'an dalam hal ini bahwa Kalam Allah/Firman Allah itu tidak
berarti Allah itu sendiri sebagaimana yang tertulis dalam Yohanes 1:1 dan 1:14
dan digembar-gemborkan oleh umat Kristen dengan perkataan bahwa AlQur'an
mendukung keTuhanan Yesus alias Isa.
Adapun juga peniupan ruh
daripada-Nya sebagaimana yang telah terjadi pada Maryam itu adalah sama
kejadiannya dengan tiupan ruh dari-Nya yang diberikan kepada Nabi Adam as.
Tatkala Tuhanmu berkata kepada malaikat: "Sesungguhnya
Aku akan menciptakan menusia dari tanah !, maka apabila telah Kusempurnakan
kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya ruhKu; maka hendaklah kamu tunduk bersujud
kepadanya !" (Qs. 38 Shaad : 71-72)
Makanya, benarlah firman
Allah berikut ini :
"Sesungguhnya perbandingan Isa disisi Allah, adalah
seperti Adam. Allah menjadikan dia dari tanah, kemudian Dia berkata kepadanya:
"Jadilah !", maka jadilah dia. (Qs. 3 Ali
Imran :59)
Adam telah diciptakan
oleh Allah tanpa ayah dan ibu, Hawa diciptakan tanpa ibu dan Isa diciptakan
dengan tanpa seorang bapak. Sungguh, semuanya adalah hal yang mudah saja bagi
Allah, Tuhan semesta alam.
Dia mampu menjadikan
sesuatu yang sebelumnya tidak ada, lalu diadakan-Nya, dibentuk-Nya dunia dan
seluruh alam raya ini dengan kekuasaan-Nya, apakah kita mesti harus ragu dengan
kebijaksanaan-Nya ?
Orang yang menganggap
bahwa kelahiran ‘Al-Masih itu sebagai
suatu keistimewaan tersendiri dan dikatakan sebagai kelahiran Tuhan, hanyalah
orang yang memperbodoh diri mereka sendiri. Mereka membatasi ruang lingkup
kekuasaan Allah sebagai Tuhan yang serba Maha.
Tidak lain semuanya
karena mereka itu tetap terpengaruh akan pemikiran orang masa lalu yang
pengetahuan mereka akan peristiwa ilmiah ini amatlah dangkal, sehingga segala
sesuatu itu senantiasa dikait-kaitkan dengan hal-hal yang irrasional.
Apa yang terjadi dan
dialami oleh Maryam ini sudah bukan pada tempatnya lagi untuk didongengkan oleh
kaum Nasrani selama ini sebagai cikal bakal kelahiran seorang Tuhan atau anak
Tuhan.
Saya kutipkan dari Majalah
Kartini no.5 tahun 1975 halaman 32 sbb :
"Pada tanggal 30
September tahun lalu, lahirlah anak perempuan saya melalui pembedahan
Keizersnee, seorang bayi cantik gemuk dengan mata biru seperti mata saya,
dengan rambut SAWo matang seperti rambut saya dan halus seperti kulit saya
juga.
Dokter spesialis
mengatakan bahwa dia segera akan melakukan penyelidikan medis terhadap saya dan
anak saya itu. Dan pada akhir Desember, dokter memberitahukan sesuatu yang
penting kepada saya : "Nona Young," katanya: "Anda ini dapat
dikatakan sebagai suatu keajaiban medis. Anda merupakan kejadian yang ketiga
kalinya dalam sejarah ilmu pengobatan dimana dengan pasti dapat ditentukan
tentang terjadinya suatu parthenogenese."
Suatu
PARTHENOGENESE ialah suatu kelahiran perawan.
Seorang wanita menjadi hamil tanpa ada hubungan seks dengan seorang pria. Itu
pernah terdapat di Jerman pada tahun 1945 dan sebelum itu juga di Brazilia.
Didalam dunia hewan hal itu lebih banyak terjadi, namun pada manusia jarang
sekali."
Akhirnya Allah SWT
membukakan pintu kebenaran-Nya, bahwa apa yang telah dialami dulu oleh Maryam
atas kelahiran ‘Al-Masih adalah suatu
hal yang bersifat alamiah dan bukan sesuatu yang istimewa sehingga harus
dikabarkan bahwa bayi yang dikandung dan dilahirkan secara parthenogenese
sebagai anak Tuhan, terbukti dengan adanya kelahiran-kelahiran serupa yang
terjadi pada masa sekarang ini.
Adakah kaum Nasrani pun
akan mengatakan bahwa anak-anak yang dilahirkan oleh para perawan tanpa adanya
hubungan seks dengan laki-laki manapun alias secara Parthenogenese itu sebagai
anak Tuhan juga sebagaimana halnya anggapan mereka terhadap diri ‘Al-Masih alias Yesus The Christ ?
Pada masa lalu, orang
senantiasa takjub akan suatu peristiwa atau kejadian yang aneh-aneh, mereka
senang terhadap yang sifatnya menghebohkan, sebab itu pula makanya Allah
menurunkan Nabi dan Rasul-Nya dengan beragam mukjizat yang bersifat hebat dan
mentakjubkan.
Tercatatlah kemukjizatan
dari Nabi Ibrahim yang tidak mempan dibakar oleh api, Nabi Musa yang mampu
membelah lautan dengan tongkatnya, dan dengan tongkat itu pula dia menghadapi
tukang sihir Fir'aun, Nabi Sulaiman yang mampu menundukkan Jin dan manusia
serta pandai berbahasa binatang, Nabi 'Isa putra Maryam bisa berbicara kepada
manusia semasa dia masih dalam buaian ibunya serta mampu menghidupkan orang
mati dan menjadikan burung dengan seizin Allah.
Masih ada banyak lagi
sederetan Nabi dan Rasul Allah yang membekal mukjizat yang dahsyat yang
tercatat dalam al-Qur'an, tetapi jika kita simak lebih jauh lagi, ternyata
Nabi-nabi dan Rasul tersebut tidak selalu berhasil dengan gemilang didalam
dakwah kenabian mereka kepada umat.
Semua mukjizat yang mereka
punyai, cenderung dianggap sebagai suatu sihir yang mempesonakan. Untuk itu
pada periode pengutusan Nabi Muhammad SAW selaku Nabi yang terakhir, Allah
tidak hanya membekali beliau dengan mukjizat-mukjizat yang hebat sebagaimana
yang dimiliki oleh Nabi-nabi-Nya sebelum itu, Allah telah menurunkan kepada
Nabi Muhammad SAW sebuah mukjizat terbesar sepanjang jaman. Sebuah muikjizat
yang mampu menjadikan dunia terang benderang, mengantarkan kepada kebahagiaan
manusia. Itulah dia yang bernama AlQur'an, yang dijadikan sebagai petunjuk bagi
mereka yang bertakwa.
Suatu kitab suci yang
membuka diri untuk penelaahan ilmiah oleh para ahli dan kaum cendikiawan
disetiap masa dan disetiap waktu, mukjizat yang akan abadi selama-lamanya.
Keadaan Maryam yang telah
mendapatkan kedudukan terhormat dari Allah Swt, selaku wanita pertama yang
melahirkan seorang Nabi dan Rasul melalui peristiwa parthenogenese pada masa
lampau itu telah membuat banyak orang heran karenanya.
Waktu itu masyarakat
mengenal Maryam adalah seorang yang senantiasa beribadah kepada Allah dan tidak
pernah dijamah oleh seorang laki-laki manapun, dia adalah seorang perawan. Lalu
jika mendadak mereka melihat Maryam hamil dan melahirkan, timbul prasangka yang
macam-macam terhadap diri Maryam ini, maka bertanyalah mereka kepadanya.
Hai saudara
perempuan Harun !,
bukanlah ayahmu seorang penjahat dan ibumu bukan seorang penzina". Maka ia
(Maryam) menunjuk kepada anaknya. Mereka bertanya : "Bagaimana kami akan
berbicara dengan anak kecil yang dalam buaian ?" Ia berkata:
"Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku kitab dan Dia menjadikan
aku nabi. Dan Dia menjadikan aku seorang
yang berbakti di mana saja aku berada, dan Dia mewajibkan aku sholat dan zakat
selama aku hidup, dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku
seorang yang sombong lagi celaka. Keselamatan atasku pada hari aku dilahirkan
dan pada hari aku akan mati dan pada hari aku akan dibangkitkan dengan keadaan
hidup." (Qs. 19 Maryam :28-33)
Pada ayat ke-28 surah 19
diatas ada disebutkan teriakan dari Bani Israil kepada Maryam dengan perkataan
: "Hai saudara perempuan Harun !, inilah penjelasannya :
Nama bapak Nabi Musa
adalah Imran, dan nama cucu Nabi Musa juga Imran. Dalam Al-Qur’an surah Maryam
28 diterangkan bahwa Maryam adalah saudara Harun (Ukhta Harun) :
1.Dalam Bible, Yesus itu disebut 'Putra
Daud', padahal antara Daud dengan Yesus itu berjarak 750 tahun, dan diselingi
oleh beberapa keturunan Daud (Matius 1:1)
2.Maryam adalah anak perempuan Imran,
cucu kesekian dari Musa.
3.Bapak Nabi Musa bernama Imran juga.
4.Dengan demikian, Maryam ibundanya Isa Al-Masih
dapat disebut sebagai anak perempuan Imran, seperti Yesus disebut sebagai anak
Daud.
5.Jika Maryam ibunya nabi Isa dapat
disebut anak perempuan Imran, dengan sendirinya Maryam dapat disebut 'saudara
Harun', karena Harun itu adalah anak laki-laki Imran.
Begitulah, salah satu
mukjizat tanda kenabiannya sudah diperlihatkan oleh Allah dengan diberikan-Nya
kepada Isa kuasa untuk dapat berbicara kepada umatnya sewaktu ia masih dalam
buaian ibunya, Maryam.
Tapi apa yang terjadi
kemudian, umatnya malah menjadi ingkar, bahkan berita keajaiban kelahiran 'Isa
dan mukjizatnya yang dapat berbicara ketika masih dalam buaian ini telah
dianggap sebagai menjelmanya Tuhan dalam perwujudan manusia.
Apa yang terjadi pada
Bani Israil ini sungguh suatu kekejian terhadap Allah. Merasa umatnya semakin
ingkar dan mendakwakan yang bukan-bukan pada dirinya serta ibundanya, yang
membuat Allah telah meminta pertanggung jawaban darinya atas hal yang demikian,
maka Isa menampik sendiri semua berita bohong tersebut.
Dia berkata: "Sesungguhnya aku datang kepadamu dengan
kebijaksanaan (Hikmat) untuk menjelaskan kepadamu sebagian dari apa yang kamu
berselisih tentangnya, maka bertaqwakah kepada Allah dan taatlah kepadaku.
Sesungguhnya Allah Dialah Tuhanku dan Tuhan kamu, oleh itu sembahlah Dia, ini
adalah jalan yang lurus." (Qs. 43:63-64)
Al-Qur’an mengangkat
derajat Maryam sebagai seorang wanita yang suci (lihat Al-Qur’an surah
ali-Imran (3) ayat 42) dan menisbatkan silsilah ‘Al-Masih kepada nasab ibunya, Maryam, tanpa harus
menghubung-hubungkan silsilah 'Isa kepada Daud, Sulaiman, Natan dan Yusuf
Arimatea apalagi harus menghubungkannya selaku keturunan dari Tuhan !
Label:
Studi Kritis Pemahaman Islam
Tuesday, March 12, 2013
'Isa al-Masih Dalam Perdebatan
Nabi Muhammad Saw
bersabda :
"Apabila ada ahli
kitab berbicara kepadamu, maka janganlah engkau mendustakannya dan janganlah
kamu membenarkannya. Tetapi katakanlah : 'Kami beriman kepada apa yang
diturunkan kepada kami dan kami beriman kepada apa yang diturunkan sebelum
kami.' ; Apabila yang dikatakan itu haq (benar), janganlah kamu mendustakannya.
Tetapi apabila itu batil, maka janganlah kamu membenarkan." (Riwayat Abu
Daud, Turmudzi dan Muslim)
Tidak pernah manusia
memperselisihkan seseorang dalam sejarah sehebat perselisihan mereka tentang
pribadi Nabi 'Isa putra Maryam yang bergelar al-Masih itu. Dan tiada pula
pernah manusia saling bahu membahu dalam pembunuhan diantara mereka sebagaimana
serunya usaha kearah itu hanya karena sosok 'Isa al-Masih.
Mereka saling berselisih,
membunuh dan memutuskan persaudaraan. Perselisihan diantara manusia begitu
buasnya dan pemutusan hubungan diantara mereka begitu tegas. Disatu pihak tidak
percaya bahwa 'Isa al-Masih pernah ada dan mereka memandang bahwa munculnya
'Isa dalam sejarah hanyalah sebagai legenda atau khayalan mimpi belaka.
Suatu keputusan
mengagetkan telah diambil para uskup pada pertemuan uskup tahun 1984 di
Inggris. Ternyata dari 39 orang uskup itu, 31 diantaranya berkeyakinan dan
memutuskan bahwa mukjizat Almasih yang dilahirkan dari seorang perawan dan
dibangkitkan kembali dari kuburnya mungkin tidak pernah terjadi dengan pasti
seperti yang diberitakan oleh Bible.
Dalam Bayanul Iman
disebutkan bahwa disamping para uskup dari gereja Inggris, gereja-gereja
Scotlandia pun telah mencampakkan semua keyakinan bahwa Almasih dilahirkan oleh
seorang perawan, Maryam Isu keragu-raguan atas kelahiran Isa Almasih itu
semakin hangat sehingga banyak dibicarakan secara terang-terangan seperti yang
terlihat pada halaman The Daily News dibawah ini :
The Daily News,
Durban, Selasa, 22 Mei 1990 Kelahiran dari seorang perawan dicampakkan dengan
perantaraan gereja Scotlandia London: "Isyarat langsung pada kelahirannya
dari seorang perawan di campakkan oleh berbagai terbitan gereja Scotlandia yang
baru dan Bayanul Iman (A Statement of Faith) untuk menghindari
kemungkinan terjadinya perpecahan antar anggota gereja.
Pastur David Beckett, sekretaris
kelompok kerja khusus yang bertugas mengelola penerbitan, berkata bahwa
pencampakkan itu mungkin menjauhkan gereja Scotandia dari garis tradisional
yang dianut oleh akidah Anglo Katolik menuju kepada pembangkangan yang berlebih
- lebihan terhadap gereja Inggris, yang kebetulan di pimpin oleh uskup Durham.
Selanjutnya David Jenkins
mengatakan bahwa dokumen baru itu telah menimbulkan perdebatan dalam rapat
tahunan gereja di Edinburgh, dan dengan tujuan menjelaskan pengakuan
Westminster yang ditulis pada tahun 1640 dengan bahasa baru, yang memberikan
kesempatan baik bagi para spesialis akidah untuk menyesuaiakan nash yang khusus
berkenaan dengan kelahiran Jesus dari seorang perawan.
Selanjutnya Mr. Beckett
berkata :"Kami berusaha mencapai suatu keterangan yang menimbulkan
kesepakatan lebih besar daripada perpecahan. Suatu keterangan yang bisa
diterima baik oleh semua gereja, bukan hanya dari mereka yang menerima
kelahirannya dari seorang perawan sebagai suatu hakikat historis, akan tetapi
juga dari mereka yang melihatnya bahwa pada umumnya hal itu hanyalah
semata-mata pandangan agama." Dalam hal ini pimpinan gereja menyatakan,
bahwa pengakuan Westminster itu tidak mencampakkan, tetapi menyingkat dan
meremajakan."
Taken from : The Daily
News Durban, Tuesday, May 22, 1990 "Virgin Birth omitted by Church of
Scotland"
Semakin banyak upaya
untuk menemukan siapa Jesus alias 'Isa sebenarnya, semakin tampak betapa
sedikitnya sejarah beliau yang diketahui. Catatan yang membahas tentang
kehidupan dan ajarannya sangat terbatas. Gambaran tentang Jesus atau 'Isa yang
diberikan oleh kebanyakan orang hanyalah sebuah polesan yang direkayasa,
sekalipun ada suatu kebenaran didalamnya.
Ada banyak manusia telah
begitu mengagungkan sosok 'Isa putra Maryam hingga menjadikannya sebagai satu
Tuhan yang layak untuk di sembah, ada pula yang mengangkatnya selaku seorang
dewa sebagaimana dongeng para dewa dijaman benua Atlantis, dan ada pula
diantara mereka yang telah mensejajarkan 'Isa al-Masih dengan malaikat bahkan
meninggikannya diatas kelas malaikat hingga pada derajat anak dari penguasa
alam semesta.
Tiga golongan terbesar
didunia telah mendominasi pemahaman mengenai diri pribadi 'Isa al-Masih putra
Maryam, yaitu golongan kaum Yahudi, golongan kaum Nasrani serta golongan Islam
pengikut ajaran Nabi Muhammad Saw.
Mari kita sama-sama
melihat dan mempelajari keabsahan Bible sebagai firman Allah dengan melakukan
rujukan dari berbagai sudut pandang, dengan penuh kejujuran, objektif dan
ilmiah yang akan dikembalikan rujukan tersebut kepada AlQur'an yang diakui oleh
penganut Islam sebagai firman Allah, pelanjut Kitab Taurat Musa dan pelanjut
Kitab Injil 'Isa Almasih.
"Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat
untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan
untuk mendidik orang dalam kebenaran." (2 Timotius 3:16)
"Dan telah Kami turunkan kepadamu al-Qur'an dengan
kebenaran, sebagai menggenapi kabar yang ada lebih dahulu daripadanya, yaitu
kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya dan sebagai batu ujian terhadap
kitab-kitab yang lain tersebut." (Qs.
al-Ma'idah 5:48)
Berdasarkan kedua ayat
yang masing-masing dipetik dari Bible dan al-Qur'an diatas, sejenak kita
hentikan dahulu segala macam pemikiran yang rumit-rumit yang disertai dengan
perdebatan yang sengit yang hanya akan menciptakan suatu adu argumen berputar
kata antar umat beragama.
Pada bagian pertama,
adalah menarik untuk langsung mengkaji tokoh utama didalam dunia Nasrani, yaitu
Jesus Kristus atau Yahshua The Messiah atau juga yang disebut sebagai Nabi 'Isa
al-Masih putra Maryam dalam kalangan pengikut Muhammad Saw.
Sejarah kelahiran Jesus
didalam Bible tercatat dalam Matius 1:18 seperti dibawah ini :
"Kelahiran Jesus Kristus adalah seperti berikut: Pada
waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh
Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri." (Matius
1:18)
Lebih detil lagi, Lukas
memaparkan kelahiran Jesus ini dalam Injilnya :
"Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat
Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret, kepada seorang
perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama
perawan itu Maria." (Lukas 1:26-27)
"Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata:
"Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau." Maria
terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti
salam itu." (Lukas 1:28-29)
Kata malaikat itu kepadanya: "Jangan takut, hai Maria, sebab
engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan
mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau
menamainya Jesus. Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang
Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepadanya takhta Daud, bapa leluhurnya,
dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Ya'kub sampai selama-lamanya dan
Kerajaannya tidak akan berkesudahan." (Lukas
1:30-33)
"Kata Maria kepada malaikat itu: "Bagaimana
hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?" Jawab
malaikat itu kepadanya: "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang
Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan
disebut kudus, Anak Allah." (Lukas 1:34-35)
"...Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.
Kata Maria: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku
menurut perkataanmu itu." Lalu malaikat itu meninggalkan dia." (Lukas 1:37-38)
Dalam pasalnya, Lukas
telah menceritakan kepada kita, bahwa disebuah kota bernama Nazareth, Allah
telah mengutus seorang malaikat bernama Gabriel (didalam Islam disebut dengan
nama Jibril) untuk mengabarkan kepada seorang perawan bernama Maria (didalam
Islam dikenal dengan nama Maryam) perihal kelahiran seorang putra yang akan
diperanakkan oleh Maria. Maria dalam hal ini terkejut, betapa dirinya yang
seorang perawan, belum memiliki seorang suami bisa melahirkan seorang anak.
Namun sang malaikat dengan bijak mengatakan bahwa bagi Allah tidak ada yang
mustahil untuk dilakukan dengan kekuasaan-Nya.
Disini kita belum akan
membahas perihal status sang anak pada kalimah terakhir yang dilontarkan oleh
sang malaikat kepada perawan Maria.
Marilah sekarang kita
melihat konteks kelahiran manusia agung ini di al-Qur'an yang dijabarkan dalam
2 Surah, yaitu Surah Ali Imran dan Surah Maryam.
Kisah yang terdapat dalam
surah Maryam (surah ke-19) dimulai pada ayat ke-16 :
"Dan ingatlah Maryam yang tersebut didalam Kitab, yaitu
ketika ia menjauhkan diri dari keluarganya ke suatu tempat di sebelah timur,
dan ia mengadakan perlindungan dari mereka, lalu Kami mengirimkan
kepadanya Ruh dari Kami, lalu ia menjelma dihadapannya sebagai seorang
manusia yang sempurna."
Ia (Maryam) berkata: 'Sesungguhnya aku berlindung diri
kepada Yang Maha Pemurah darimu, jika engkau adalah seorang yang bertaqwa'; Ia
(Jibril) menjawab: 'Aku ini tidak lain adalah utusan Tuhanmu, untuk memberi
kepadamu seorang anak yang suci'; Ia (Maryam) berkata:"Bagaimana aku
bisa mempunyai anak, padahal belum pernah seorangpun menyentuhku dan aku bukan
seorang penzinah ?" ;
Ia (Jibril) menjawab: "Demikianlah. Tuhanmu berfirman:
"Hal itu adalah mudah bagi-Ku, karena Kami hendak
menjadikannya suatu tanda untuk manusia dan sebagai suatu rahmat dari Kami,
dan hal itu adalah suatu perkara yang sudah ditetapkan". ; Maka ia
(Maryam) mengandungnya, lalu ia pergi dengan kandungannya itu kesatu tempat
yang jauh." (Qs. Maryam 19:16-22)
Dalam Surah Ali Imran
(surah ke-3) dimulai pada ayat ke-45 hingga ayat 47:
"Ketika Malaikat berkata:"Wahai Maryam,
sesungguhnya Allah mengabarkan kepadamu bahwa engkau akan dapat satu kalimah
daripadaNya, namanya al-Masih, 'Isa putra Maryam, yang mulia didunia dan
akhirat dan seorang dari mereka yang dihampiri. Dan dia akan berbicara kepada
manusia dalam buaian dan ketika sudah dewasa dan dia termasuk di antara
orang-orang yang saleh" (Qs. ali Imran
3:45-46)
Ia (Maryam) menjawab: "Ya Tuhanku, betapa mungkin aku
mempunyai anak, padahal aku belum pernah disentuh oleh manusia ?". Allah
berfirman (dengan perantaraan Jibril):"Demikianlah Allah menciptakan apa
yang dikehendaki-Nya. Apabila Allah berkehendak menetapkan sesuatu, maka
Allah hanya cukup berkata kepadanya: "Jadilah", lalu jadilah
dia." (Qs. ali Imran 3:47)
"Dan sebagai Rasul kepada Bani Israil ....." (QS.
Ali Imran 3:49)
Dari ayat-ayat al-Qur'an
ini, kita dapati satu keterangan, bahwa sebagaimana juga diceritakan oleh
Lukas, seorang perawan bernama Maryam telah dikunjungi oleh seorang malaikat
untuk mengabarkan kehendak Allah akan kelahiran seorang anak yang suci (kudus)
yang diberi nama al-Masih, 'Isa putra Maryam yang akan dimuliakan oleh Allah
sebagai seorang Nabi dan Rasul kepada Bani Israel dengan tanda-tanda
kenabiannya.
Dalam perbandingan Injil
Lukas yang dihadapkan dengan ayat-ayat al-Qur'an, kita bisa menemukan bahwa
anak yang akan dilahirkan tersebut adalah karena kekuasaan dari Allah, dan anak
tersebut lahir dalam keadaan suci (kudus) Penyebutan bahwa Jesus
alias 'Isa al-masih adalah seorang anak yang kudus tidak bisa langsung berarti
bahwa dia merupakan anak Tuhan.
Disebut sebagai anak yang
suci, adalah bahwa sang anak tersebut lahir bukan dari hasil perzinahan
sebagaimana yang dituduhkan oleh umat Yahudi masa itu atas perawan Maria(m) dan
juga bantahan atas dakwahan umat Yahudi yang telah mengubah isi kitab Taurat
yang berisikan kecabulan para Nabi dan Rasul Allah yang diantaranya adalah
leluhur Jesus, seperti Nabi Daud dan Nabi Sulaiman.
Sebagaimana yang
diceritakan oleh kitab II Samuel 11:2-5 bahwa Nabi Daud sudah berzinah dengan
istri Uria yang bernama Batsyeba binti Eliam sehingga hamil dan selanjutnya
pada kitab yang sama pada ayat ke-14 hingga 17, Nabi Daud mengirimkan surat
kepada Yoab agar menempatkan Uria kebarisan depan dalam upaya membunuhnya
sehingga istri Uria yang sudah ditiduri oleh Daud dapat dipersuntingnya sebagai
istri resmi
Dalam Injil riwayat
Matius dituliskan bahwa Jesus adalah keturunan dari Nabi Sulaiman, sementara
pada kitab Raja-raja pertama pasal 11:1-4 diceritakan betapa sang Nabi Sulaiman
ini adalah manusia yang rakus wanita dan durhaka kepada Tuhan.
Jadi cukup beralasan
sekali bahwa Allah melalui malaikat-Nya, menyebut bayi yang keluar dari perawan
Maria(m) adalah bayi yang suci (kudus), bahwa dia itu bersih dari segala
fitnahan Bani Israel, baik yang menyangkut tentang perzinahan ibunya maupun
fitnahan mengenai perzinahan para leluhurnya.
Jika Jesus tetap
dipandang sebagai anak Tuhan hanya karena dilahirkan tidak berbapak, mestinya
secara logika, Adam jauh lebih tepat disebut sebagai anak Tuhan atau Tuhan itu
sendiri, sebab terjadinya Adam tanpa berbapak dan tanpa beribu, apalagi Adam
diciptakan dengan rupa Tuhan itu sendiri.
Berfirmanlah Allah:
"Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita..." (Kejadian
1:26)
Selain dari itu,
perhatikan ulang jawaban malaikat pada Lukas 1:35 dan juga 1:37 bahwa kelahiran
Jesus itu adalah berkat kuasa Allah yang tidak ada kata mustahil bagi-Nya,
ini kembali bersesuaian dengan al-Qur'an Surah ali Imran ayat ke 47 dan Surah
Maryam ayat 21 yang sudah kita tuliskan diatas.
Penyebutan anak Tuhan
terhadap diri dan pribadi Jesus alias 'Isa ini dalam sejarah Bible tidak pernah
sekalipun dibenarkannya, malah Jesus berulang kali menyatakan bahwa dia
hanyalah anak manusia dan sekaligus juga merangkap sebagai utusan Allah kepada
Bani Israil yang memiliki Tuhan.
Untuk pernyataan bahwa
Jesus juga mengakui akan bertuhankan kepada Allah yang Esa
"And Yahshua answered him, The first of all the
commandments is, Hear, O Israel; YÁOHU UL is our ULHIM, YÁOHU UL is one".(Mark
12:29)
Pernyataan Jesus pada
ayat Bible diatas ini bisa ditemukan pula didalam kitab suci al-Qur'an pada
Surah Ali Imran ayat 51, dimana 'Isa al-masih putra Maryam berkata :
"Sesungguhnya Allah itu Tuhanku dan Tuhan kamu..." (QS. 3Ali Imran :51)
Jelas sekali, masing-masing
kitab, Bible maupun al-Qur'an menyatakan akan keabsahan Allah selaku
satu-satunya Tuhan yang diakui oleh Jesus al-masih.
"Whosoever shall receive
one of such children in my name, receiveth me: and whosoever shall receive me,
receiveth not me, but him that sent me." (Mark 9:37)
"Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-ku sendiri;
Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-ku adil,
sebab Aku tidak menuruti kehendak-ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang
mengutus Aku." (Yohanes 5:30)
Kedua ayat Bible diatas
juga merupakan pernyataan Jesus akan dirinya selaku utusan Allah yang tidak
mampu berbuat apapun, bahkan terhadap dirinya sendiri sekalipun kecuali
di-izinkan oleh Allah.
Hal ini juga memiliki
padanan yang pas sekali didalam al-Qur'an, seperti pada Surah Ali Imran ayat 49
serta Surah Ar-Ra'd ayat 38 dibawah ini :
Dan Rasul kepada Bani Israil : "Sesungguhnya aku bawa
kepada kamu satu mukjizat dari Tuhanmu, aku dapat membuat untuk kamu dari tanah
seperti rupa burung; lalu aku tiup padanya, maka ia menjadi seekor burung dengan
SEIZIN ALLAH; dan aku menyembuhkan orang yang buta dan yang sopak; dan
menghidupkan orang-orang yang mati dengan SEIZIN ALLAH; dan aku
bisa kabarkan kepada kamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan
dirumah-rumah kamu. Sesungguhnya pada yang demikian itu adalah satu tanda
bagimu, jika kamu beriman". (QS. ali Imran 3:49)
"Tidak ada kekuasaan bagi seorang Rasul mendatangkan
suatu petunjuk melainkan dengan izin Allah."
(Qs. ar-Ra'd 13:38)
Bahwa Jesus merupakan
seorang Nabi Allah, juga diakui oleh seorang perempuan dari Samaria yang
melakukan dialog dengan beliau sebagaimana yang diriwayatkan oleh Yohanes dalam
Injilnya pada pasal 4:19 :
"The woman saith
unto him, Sir, I perceive that thou art a prophet." (John 4:19)
Bahwa Jesus harus diakui
sebagai anak manusia :
"Jesus mendengar bahwa ia telah diusir ke luar oleh
mereka. Kemudian Ia bertemu dengan dia dan berkata: "Percayakah engkau
kepada Anak Manusia ?" (Yohanes 9:37)
"Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang mengakui Aku
di depan manusia, Anak Manusia juga akan mengakui dia di depan
malaikat-malaikat Allah." (Lukas 12:5)
Jesus menolak dirinya
disebut sebagai anak Allah dan dia menyatakan dirinya adalah anak manusia.
Tetapi Jesus tetap diam. Lalu kata Imam Besar itu
kepada-Nya: "Demi Allah yang hidup, katakanlah kepada kami, apakah
Engkau Mesias, Anak Allah, atau tidak ?." Jawab Jesus:
"Engkau telah mengatakannya. Akan tetapi, Aku berkata kepadamu,
mulai sekarang kamu akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan
Yang Mahakuasa dan datang di atas awan-awan di langit." (Matius
26:63-64)
Dan setelah hari siang berkumpullah sidang para tua-tua
bangsa Yahudi dan imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu mereka menghadapkan
Dia ke Mahkamah Agama mereka, katanya: "Jikalau Engkau adalah Mesias,
katakanlah kepada kami." Jawab Jesus: "Sekalipun Aku mengatakannya
kepada kamu, namun kamu tidak akan percaya; dan sekalipun Aku bertanya sesuatu
kepada kamu, namun kamu tidak akan menjawab. Mulai sekarang Anak Manusia
sudah duduk disebelah kanan Allah Yang Mahakuasa." Kata mereka semua:
"Kalau begitu, Engkau ini Anak Allah?" Jawab Jesus: "Kamu
sendiri yang mengatakan bahwa Aku Anak Allah." Lalu kata mereka:
"Untuk apa kita perlu kesaksian lagi? Kita ini telah mendengarnya dari
mulutnya sendiri." (Lukas 22:66-71)
Betapa jelas sekali
penolakan Jesus ini, dia tidak pernah membenarkan sebutan orang yang mengatakan
dirinya sebagai putra Allah dan dia mempertegas bahwa dia hanyalah anak manusia.
Jikapun orang menyebutnya sebagai anak Tuhan, maka dilontarkannya kalimat bahwa
merekalah yang sudah mengatakan yang demikian, namun dia sendiri tidak
mengatakannya melainkan sebagai anak manusia semata.
Al-Qur'an menggariskan :
Dan ketika Allah berfirman:"Hai 'Isa putera Maryam,
adakah kamu mengatakan kepada manusia: "Jadikanlah aku dan ibuku dua orang
Tuhan selain Allah ?". 'Isa menjawab:"Maha Suci Engkau, tidaklah
patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku. Jika aku pernah mengatakannya
maka tentulah Engkau telah mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku sama
sekali tiada mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha
Mengetahui perkara yang ghaib-ghaib, Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka
kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku yaitu: "Sembahlah Allah,
Tuhanku dan Tuhanmu", dan adalah aku menjadi saksi terhadap
mereka." (Qs. al-Ma'idah 5:116-117)
Selain itu bantahan akan
keTuhanan Jesus al-masih ini bisa juga ditemukan dalam Surah 4An Nisaa:171,
5 Al Maa;idah:72-73-75. Dengan demikian betapa banyak persamaan yang
diungkapkan oleh al-Qur'an dan Bible mengenai status Jesus alias 'Isa al-Masih
ini.
Disatu sisi lainnya,
pernyataan Bible yang menyebutkan akan keanakan Tuhan yang ada pada diri Jesus,
sebaiknya kita ambil dalam makna kias (figuratif) dengan menarik satu benang
merah diantara ayat-ayat Bible lainnya dan bukan mengambil makna harfiah
(literal)
Ayat yang cukup sering
dijadikan dasar fondasi akan ketuhanan Jesus oleh umat Nasrani beberapa
diantaranya adalah sebagai berikut :
"Tetapi jikalau Aku melakukannya dan kamu tidak mau
percaya kepadaku, percayalah akan pekerjaan-pekerjaan itu, supaya kamu boleh
mengetahui dan mengerti, bahwa Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa." (Yohanes
10:38)
Ayat ini bisa kita tarik
benang merah dengan ayat yang terdapat didalam Yohanes 17:21 dan 23 :
"Supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau,
ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita,
supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku."
(Yohanes 17:21)
"Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya
mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus
Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku." (Yohanes
17:23)
Kalimat "Bapa
dalam aku", dan muridnya pun jadi satu dengan Allah dan Jesus
mempunyai pengertian bahwa Allah selalu menyertai Jesus dan para muridnya
dimana dan kapan saja, sebagaimana pula sabda Nabi Muhammad Saw seperti :
"Janganlah takut,
sesungguhnya Allah beserta kita."
Didalam Al-Qur'an juga
dikatakan :
"Sesungguhnya Allah
beserta orang-orang yang sabar." (QS. 2:153 dan 8:46)
Bahkan para penyair sufi
sering juga melantunkan syair "Dihatiku ada Allah", kalimah
ini bukan berarti bahwa Allah bertempat didalam diri sang sufi, analogi ini
juga bisa kita nisbatkan pada kalimat Jesus tersebut, sebab Allah tidak
membutuhkan ruang, waktu dan tempat.
Selain itu, untuk
menambah kelengkapan penjelasan bahwa anak Tuhan yang dipakaikan terhadap Jesus
hanyalah satu kiasan, kita tarik lagi benang merah antar ayat-ayat Bible.
Kalimat anak Tuhan ini juga bisa kita temukan dalam berbagai ayat Bible lainnya
yang merujuk pada pribadi atau golongan selain dari Jesus.
Daud disebut sebagai anak
Allah yang sulung berdasarkan Mazmur 89:27
Yakub alias Israil adalah
anak Allah yang sulung berdasarkan Keluaran 4:22 dan 23
Afraim adalah anak Allah
yang sulung berdasar pada Yeremia 31:9
Adam disebut sebagai anak
Allah berdasar Lukas 3:38
Selanjutnya tercatat pula
adanya anak-anak Allah dalam :
Kitab Kejadian 6:2 dan
6:4, Kitab Job 1:6 dan Job 2:1 serta Job 38:7
Bahkan salah satu
kriteria untuk menjadi anak-anak Allah adalah sebagaimana diriwayatkan oleh
Matius pasal 5 ayat 9 dan juga Yohanes pasal 1 ayat 12:
"Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka
akan disebut anak-anak Allah." (Matius 5:9)
"Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa
supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya".
(Yohanes 1:12)
Dengan demikian maka
sebagai kesimpulan akhir dari semua ini adalah : Bahwa yang disebut selaku anak
Allah itu merupakan manusia yang dicintai atau diridhoi Allah yang lazim juga
dikenal sebagai para kekasih Allah atau mereka yang taat kepada perintah-perintah
Tuhan.
Dalam hal ini, Allah
menyatakan firman-Nya di Qur'an sebagai berikut :
"Dan mereka (orang kafir) berkata: 'Allah mempunyai
anak.", Mahasuci Dia ! Bahkan Dia-lah yang mempunyai apa-apa yang dilangit
dan dibumi." (QS. al-Baqarah 2:116)
Mereka (orang Yahudi & Nasrani)berkata: "Allah
mempunyai anak". Maha Suci Allah; Dia-lah Yang Maha Kaya; kepunyaan-Nya
apa yang ada di langit dan apa yang di bumi. Kamu tidak mempunyai pengetahuan
tentang ini. Pantaskah kamu mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu
ketahui? (QS. Yuunus 10 :68)
Dan telah berkata orang-orang Yahudi dan Nasrani: "Kami
ini adalah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya". Tanyalah: "Kalau
begitu, kenapa Allah menyiksa kamu karena dosa-dosamu ?" Kamu adalah
manusia (biasa) yang telah diciptakan-Nya." (QS.
al-Maaidah 5:18)
"Ucapkanlah:
Dialah Allâh yang Esa.
Allâh tempat semuanya
bergantung.
Tidak beranak dan tidak pula
diperanakkan.
Dan tidak ada bagi-Nya kesetaraan
dengan apapun."
(QS al-Ikhlash 112:1-4)
Kita akan melanjutkan pembahasan mengenai sosok
pribadi 'Isa al-Masih putra Maryam ini pada artikel 'Isa al-Masih
Bukanlah Putera Allah
Sumber : Armansyah
Label:
Studi Kritis Pemahaman Islam
Subscribe to:
Comments (Atom)



