Sample Feature Post 1 Title
All of this content is sample tyr to replace these content every slider to your content descriptions. Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace it.
Sample Feature Post 2 Title
All of this content is sample tyr to replace these content every slider to your content descriptions. Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace it.
Sample Feature Post 3 Title
All of this content is sample tyr to replace these content every slider to your content descriptions. Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace it.
Tuesday, March 12, 2013
'Isa al-Masih Dalam Perdebatan
Nabi Muhammad Saw
bersabda :
"Apabila ada ahli
kitab berbicara kepadamu, maka janganlah engkau mendustakannya dan janganlah
kamu membenarkannya. Tetapi katakanlah : 'Kami beriman kepada apa yang
diturunkan kepada kami dan kami beriman kepada apa yang diturunkan sebelum
kami.' ; Apabila yang dikatakan itu haq (benar), janganlah kamu mendustakannya.
Tetapi apabila itu batil, maka janganlah kamu membenarkan." (Riwayat Abu
Daud, Turmudzi dan Muslim)
Tidak pernah manusia
memperselisihkan seseorang dalam sejarah sehebat perselisihan mereka tentang
pribadi Nabi 'Isa putra Maryam yang bergelar al-Masih itu. Dan tiada pula
pernah manusia saling bahu membahu dalam pembunuhan diantara mereka sebagaimana
serunya usaha kearah itu hanya karena sosok 'Isa al-Masih.
Mereka saling berselisih,
membunuh dan memutuskan persaudaraan. Perselisihan diantara manusia begitu
buasnya dan pemutusan hubungan diantara mereka begitu tegas. Disatu pihak tidak
percaya bahwa 'Isa al-Masih pernah ada dan mereka memandang bahwa munculnya
'Isa dalam sejarah hanyalah sebagai legenda atau khayalan mimpi belaka.
Suatu keputusan
mengagetkan telah diambil para uskup pada pertemuan uskup tahun 1984 di
Inggris. Ternyata dari 39 orang uskup itu, 31 diantaranya berkeyakinan dan
memutuskan bahwa mukjizat Almasih yang dilahirkan dari seorang perawan dan
dibangkitkan kembali dari kuburnya mungkin tidak pernah terjadi dengan pasti
seperti yang diberitakan oleh Bible.
Dalam Bayanul Iman
disebutkan bahwa disamping para uskup dari gereja Inggris, gereja-gereja
Scotlandia pun telah mencampakkan semua keyakinan bahwa Almasih dilahirkan oleh
seorang perawan, Maryam Isu keragu-raguan atas kelahiran Isa Almasih itu
semakin hangat sehingga banyak dibicarakan secara terang-terangan seperti yang
terlihat pada halaman The Daily News dibawah ini :
The Daily News,
Durban, Selasa, 22 Mei 1990 Kelahiran dari seorang perawan dicampakkan dengan
perantaraan gereja Scotlandia London: "Isyarat langsung pada kelahirannya
dari seorang perawan di campakkan oleh berbagai terbitan gereja Scotlandia yang
baru dan Bayanul Iman (A Statement of Faith) untuk menghindari
kemungkinan terjadinya perpecahan antar anggota gereja.
Pastur David Beckett, sekretaris
kelompok kerja khusus yang bertugas mengelola penerbitan, berkata bahwa
pencampakkan itu mungkin menjauhkan gereja Scotandia dari garis tradisional
yang dianut oleh akidah Anglo Katolik menuju kepada pembangkangan yang berlebih
- lebihan terhadap gereja Inggris, yang kebetulan di pimpin oleh uskup Durham.
Selanjutnya David Jenkins
mengatakan bahwa dokumen baru itu telah menimbulkan perdebatan dalam rapat
tahunan gereja di Edinburgh, dan dengan tujuan menjelaskan pengakuan
Westminster yang ditulis pada tahun 1640 dengan bahasa baru, yang memberikan
kesempatan baik bagi para spesialis akidah untuk menyesuaiakan nash yang khusus
berkenaan dengan kelahiran Jesus dari seorang perawan.
Selanjutnya Mr. Beckett
berkata :"Kami berusaha mencapai suatu keterangan yang menimbulkan
kesepakatan lebih besar daripada perpecahan. Suatu keterangan yang bisa
diterima baik oleh semua gereja, bukan hanya dari mereka yang menerima
kelahirannya dari seorang perawan sebagai suatu hakikat historis, akan tetapi
juga dari mereka yang melihatnya bahwa pada umumnya hal itu hanyalah
semata-mata pandangan agama." Dalam hal ini pimpinan gereja menyatakan,
bahwa pengakuan Westminster itu tidak mencampakkan, tetapi menyingkat dan
meremajakan."
Taken from : The Daily
News Durban, Tuesday, May 22, 1990 "Virgin Birth omitted by Church of
Scotland"
Semakin banyak upaya
untuk menemukan siapa Jesus alias 'Isa sebenarnya, semakin tampak betapa
sedikitnya sejarah beliau yang diketahui. Catatan yang membahas tentang
kehidupan dan ajarannya sangat terbatas. Gambaran tentang Jesus atau 'Isa yang
diberikan oleh kebanyakan orang hanyalah sebuah polesan yang direkayasa,
sekalipun ada suatu kebenaran didalamnya.
Ada banyak manusia telah
begitu mengagungkan sosok 'Isa putra Maryam hingga menjadikannya sebagai satu
Tuhan yang layak untuk di sembah, ada pula yang mengangkatnya selaku seorang
dewa sebagaimana dongeng para dewa dijaman benua Atlantis, dan ada pula
diantara mereka yang telah mensejajarkan 'Isa al-Masih dengan malaikat bahkan
meninggikannya diatas kelas malaikat hingga pada derajat anak dari penguasa
alam semesta.
Tiga golongan terbesar
didunia telah mendominasi pemahaman mengenai diri pribadi 'Isa al-Masih putra
Maryam, yaitu golongan kaum Yahudi, golongan kaum Nasrani serta golongan Islam
pengikut ajaran Nabi Muhammad Saw.
Mari kita sama-sama
melihat dan mempelajari keabsahan Bible sebagai firman Allah dengan melakukan
rujukan dari berbagai sudut pandang, dengan penuh kejujuran, objektif dan
ilmiah yang akan dikembalikan rujukan tersebut kepada AlQur'an yang diakui oleh
penganut Islam sebagai firman Allah, pelanjut Kitab Taurat Musa dan pelanjut
Kitab Injil 'Isa Almasih.
"Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat
untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan
untuk mendidik orang dalam kebenaran." (2 Timotius 3:16)
"Dan telah Kami turunkan kepadamu al-Qur'an dengan
kebenaran, sebagai menggenapi kabar yang ada lebih dahulu daripadanya, yaitu
kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya dan sebagai batu ujian terhadap
kitab-kitab yang lain tersebut." (Qs.
al-Ma'idah 5:48)
Berdasarkan kedua ayat
yang masing-masing dipetik dari Bible dan al-Qur'an diatas, sejenak kita
hentikan dahulu segala macam pemikiran yang rumit-rumit yang disertai dengan
perdebatan yang sengit yang hanya akan menciptakan suatu adu argumen berputar
kata antar umat beragama.
Pada bagian pertama,
adalah menarik untuk langsung mengkaji tokoh utama didalam dunia Nasrani, yaitu
Jesus Kristus atau Yahshua The Messiah atau juga yang disebut sebagai Nabi 'Isa
al-Masih putra Maryam dalam kalangan pengikut Muhammad Saw.
Sejarah kelahiran Jesus
didalam Bible tercatat dalam Matius 1:18 seperti dibawah ini :
"Kelahiran Jesus Kristus adalah seperti berikut: Pada
waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh
Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri." (Matius
1:18)
Lebih detil lagi, Lukas
memaparkan kelahiran Jesus ini dalam Injilnya :
"Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat
Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret, kepada seorang
perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama
perawan itu Maria." (Lukas 1:26-27)
"Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata:
"Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau." Maria
terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti
salam itu." (Lukas 1:28-29)
Kata malaikat itu kepadanya: "Jangan takut, hai Maria, sebab
engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan
mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau
menamainya Jesus. Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang
Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepadanya takhta Daud, bapa leluhurnya,
dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Ya'kub sampai selama-lamanya dan
Kerajaannya tidak akan berkesudahan." (Lukas
1:30-33)
"Kata Maria kepada malaikat itu: "Bagaimana
hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?" Jawab
malaikat itu kepadanya: "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang
Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan
disebut kudus, Anak Allah." (Lukas 1:34-35)
"...Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.
Kata Maria: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku
menurut perkataanmu itu." Lalu malaikat itu meninggalkan dia." (Lukas 1:37-38)
Dalam pasalnya, Lukas
telah menceritakan kepada kita, bahwa disebuah kota bernama Nazareth, Allah
telah mengutus seorang malaikat bernama Gabriel (didalam Islam disebut dengan
nama Jibril) untuk mengabarkan kepada seorang perawan bernama Maria (didalam
Islam dikenal dengan nama Maryam) perihal kelahiran seorang putra yang akan
diperanakkan oleh Maria. Maria dalam hal ini terkejut, betapa dirinya yang
seorang perawan, belum memiliki seorang suami bisa melahirkan seorang anak.
Namun sang malaikat dengan bijak mengatakan bahwa bagi Allah tidak ada yang
mustahil untuk dilakukan dengan kekuasaan-Nya.
Disini kita belum akan
membahas perihal status sang anak pada kalimah terakhir yang dilontarkan oleh
sang malaikat kepada perawan Maria.
Marilah sekarang kita
melihat konteks kelahiran manusia agung ini di al-Qur'an yang dijabarkan dalam
2 Surah, yaitu Surah Ali Imran dan Surah Maryam.
Kisah yang terdapat dalam
surah Maryam (surah ke-19) dimulai pada ayat ke-16 :
"Dan ingatlah Maryam yang tersebut didalam Kitab, yaitu
ketika ia menjauhkan diri dari keluarganya ke suatu tempat di sebelah timur,
dan ia mengadakan perlindungan dari mereka, lalu Kami mengirimkan
kepadanya Ruh dari Kami, lalu ia menjelma dihadapannya sebagai seorang
manusia yang sempurna."
Ia (Maryam) berkata: 'Sesungguhnya aku berlindung diri
kepada Yang Maha Pemurah darimu, jika engkau adalah seorang yang bertaqwa'; Ia
(Jibril) menjawab: 'Aku ini tidak lain adalah utusan Tuhanmu, untuk memberi
kepadamu seorang anak yang suci'; Ia (Maryam) berkata:"Bagaimana aku
bisa mempunyai anak, padahal belum pernah seorangpun menyentuhku dan aku bukan
seorang penzinah ?" ;
Ia (Jibril) menjawab: "Demikianlah. Tuhanmu berfirman:
"Hal itu adalah mudah bagi-Ku, karena Kami hendak
menjadikannya suatu tanda untuk manusia dan sebagai suatu rahmat dari Kami,
dan hal itu adalah suatu perkara yang sudah ditetapkan". ; Maka ia
(Maryam) mengandungnya, lalu ia pergi dengan kandungannya itu kesatu tempat
yang jauh." (Qs. Maryam 19:16-22)
Dalam Surah Ali Imran
(surah ke-3) dimulai pada ayat ke-45 hingga ayat 47:
"Ketika Malaikat berkata:"Wahai Maryam,
sesungguhnya Allah mengabarkan kepadamu bahwa engkau akan dapat satu kalimah
daripadaNya, namanya al-Masih, 'Isa putra Maryam, yang mulia didunia dan
akhirat dan seorang dari mereka yang dihampiri. Dan dia akan berbicara kepada
manusia dalam buaian dan ketika sudah dewasa dan dia termasuk di antara
orang-orang yang saleh" (Qs. ali Imran
3:45-46)
Ia (Maryam) menjawab: "Ya Tuhanku, betapa mungkin aku
mempunyai anak, padahal aku belum pernah disentuh oleh manusia ?". Allah
berfirman (dengan perantaraan Jibril):"Demikianlah Allah menciptakan apa
yang dikehendaki-Nya. Apabila Allah berkehendak menetapkan sesuatu, maka
Allah hanya cukup berkata kepadanya: "Jadilah", lalu jadilah
dia." (Qs. ali Imran 3:47)
"Dan sebagai Rasul kepada Bani Israil ....." (QS.
Ali Imran 3:49)
Dari ayat-ayat al-Qur'an
ini, kita dapati satu keterangan, bahwa sebagaimana juga diceritakan oleh
Lukas, seorang perawan bernama Maryam telah dikunjungi oleh seorang malaikat
untuk mengabarkan kehendak Allah akan kelahiran seorang anak yang suci (kudus)
yang diberi nama al-Masih, 'Isa putra Maryam yang akan dimuliakan oleh Allah
sebagai seorang Nabi dan Rasul kepada Bani Israel dengan tanda-tanda
kenabiannya.
Dalam perbandingan Injil
Lukas yang dihadapkan dengan ayat-ayat al-Qur'an, kita bisa menemukan bahwa
anak yang akan dilahirkan tersebut adalah karena kekuasaan dari Allah, dan anak
tersebut lahir dalam keadaan suci (kudus) Penyebutan bahwa Jesus
alias 'Isa al-masih adalah seorang anak yang kudus tidak bisa langsung berarti
bahwa dia merupakan anak Tuhan.
Disebut sebagai anak yang
suci, adalah bahwa sang anak tersebut lahir bukan dari hasil perzinahan
sebagaimana yang dituduhkan oleh umat Yahudi masa itu atas perawan Maria(m) dan
juga bantahan atas dakwahan umat Yahudi yang telah mengubah isi kitab Taurat
yang berisikan kecabulan para Nabi dan Rasul Allah yang diantaranya adalah
leluhur Jesus, seperti Nabi Daud dan Nabi Sulaiman.
Sebagaimana yang
diceritakan oleh kitab II Samuel 11:2-5 bahwa Nabi Daud sudah berzinah dengan
istri Uria yang bernama Batsyeba binti Eliam sehingga hamil dan selanjutnya
pada kitab yang sama pada ayat ke-14 hingga 17, Nabi Daud mengirimkan surat
kepada Yoab agar menempatkan Uria kebarisan depan dalam upaya membunuhnya
sehingga istri Uria yang sudah ditiduri oleh Daud dapat dipersuntingnya sebagai
istri resmi
Dalam Injil riwayat
Matius dituliskan bahwa Jesus adalah keturunan dari Nabi Sulaiman, sementara
pada kitab Raja-raja pertama pasal 11:1-4 diceritakan betapa sang Nabi Sulaiman
ini adalah manusia yang rakus wanita dan durhaka kepada Tuhan.
Jadi cukup beralasan
sekali bahwa Allah melalui malaikat-Nya, menyebut bayi yang keluar dari perawan
Maria(m) adalah bayi yang suci (kudus), bahwa dia itu bersih dari segala
fitnahan Bani Israel, baik yang menyangkut tentang perzinahan ibunya maupun
fitnahan mengenai perzinahan para leluhurnya.
Jika Jesus tetap
dipandang sebagai anak Tuhan hanya karena dilahirkan tidak berbapak, mestinya
secara logika, Adam jauh lebih tepat disebut sebagai anak Tuhan atau Tuhan itu
sendiri, sebab terjadinya Adam tanpa berbapak dan tanpa beribu, apalagi Adam
diciptakan dengan rupa Tuhan itu sendiri.
Berfirmanlah Allah:
"Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita..." (Kejadian
1:26)
Selain dari itu,
perhatikan ulang jawaban malaikat pada Lukas 1:35 dan juga 1:37 bahwa kelahiran
Jesus itu adalah berkat kuasa Allah yang tidak ada kata mustahil bagi-Nya,
ini kembali bersesuaian dengan al-Qur'an Surah ali Imran ayat ke 47 dan Surah
Maryam ayat 21 yang sudah kita tuliskan diatas.
Penyebutan anak Tuhan
terhadap diri dan pribadi Jesus alias 'Isa ini dalam sejarah Bible tidak pernah
sekalipun dibenarkannya, malah Jesus berulang kali menyatakan bahwa dia
hanyalah anak manusia dan sekaligus juga merangkap sebagai utusan Allah kepada
Bani Israil yang memiliki Tuhan.
Untuk pernyataan bahwa
Jesus juga mengakui akan bertuhankan kepada Allah yang Esa
"And Yahshua answered him, The first of all the
commandments is, Hear, O Israel; YÁOHU UL is our ULHIM, YÁOHU UL is one".(Mark
12:29)
Pernyataan Jesus pada
ayat Bible diatas ini bisa ditemukan pula didalam kitab suci al-Qur'an pada
Surah Ali Imran ayat 51, dimana 'Isa al-masih putra Maryam berkata :
"Sesungguhnya Allah itu Tuhanku dan Tuhan kamu..." (QS. 3Ali Imran :51)
Jelas sekali, masing-masing
kitab, Bible maupun al-Qur'an menyatakan akan keabsahan Allah selaku
satu-satunya Tuhan yang diakui oleh Jesus al-masih.
"Whosoever shall receive
one of such children in my name, receiveth me: and whosoever shall receive me,
receiveth not me, but him that sent me." (Mark 9:37)
"Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-ku sendiri;
Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-ku adil,
sebab Aku tidak menuruti kehendak-ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang
mengutus Aku." (Yohanes 5:30)
Kedua ayat Bible diatas
juga merupakan pernyataan Jesus akan dirinya selaku utusan Allah yang tidak
mampu berbuat apapun, bahkan terhadap dirinya sendiri sekalipun kecuali
di-izinkan oleh Allah.
Hal ini juga memiliki
padanan yang pas sekali didalam al-Qur'an, seperti pada Surah Ali Imran ayat 49
serta Surah Ar-Ra'd ayat 38 dibawah ini :
Dan Rasul kepada Bani Israil : "Sesungguhnya aku bawa
kepada kamu satu mukjizat dari Tuhanmu, aku dapat membuat untuk kamu dari tanah
seperti rupa burung; lalu aku tiup padanya, maka ia menjadi seekor burung dengan
SEIZIN ALLAH; dan aku menyembuhkan orang yang buta dan yang sopak; dan
menghidupkan orang-orang yang mati dengan SEIZIN ALLAH; dan aku
bisa kabarkan kepada kamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan
dirumah-rumah kamu. Sesungguhnya pada yang demikian itu adalah satu tanda
bagimu, jika kamu beriman". (QS. ali Imran 3:49)
"Tidak ada kekuasaan bagi seorang Rasul mendatangkan
suatu petunjuk melainkan dengan izin Allah."
(Qs. ar-Ra'd 13:38)
Bahwa Jesus merupakan
seorang Nabi Allah, juga diakui oleh seorang perempuan dari Samaria yang
melakukan dialog dengan beliau sebagaimana yang diriwayatkan oleh Yohanes dalam
Injilnya pada pasal 4:19 :
"The woman saith
unto him, Sir, I perceive that thou art a prophet." (John 4:19)
Bahwa Jesus harus diakui
sebagai anak manusia :
"Jesus mendengar bahwa ia telah diusir ke luar oleh
mereka. Kemudian Ia bertemu dengan dia dan berkata: "Percayakah engkau
kepada Anak Manusia ?" (Yohanes 9:37)
"Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang mengakui Aku
di depan manusia, Anak Manusia juga akan mengakui dia di depan
malaikat-malaikat Allah." (Lukas 12:5)
Jesus menolak dirinya
disebut sebagai anak Allah dan dia menyatakan dirinya adalah anak manusia.
Tetapi Jesus tetap diam. Lalu kata Imam Besar itu
kepada-Nya: "Demi Allah yang hidup, katakanlah kepada kami, apakah
Engkau Mesias, Anak Allah, atau tidak ?." Jawab Jesus:
"Engkau telah mengatakannya. Akan tetapi, Aku berkata kepadamu,
mulai sekarang kamu akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan
Yang Mahakuasa dan datang di atas awan-awan di langit." (Matius
26:63-64)
Dan setelah hari siang berkumpullah sidang para tua-tua
bangsa Yahudi dan imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu mereka menghadapkan
Dia ke Mahkamah Agama mereka, katanya: "Jikalau Engkau adalah Mesias,
katakanlah kepada kami." Jawab Jesus: "Sekalipun Aku mengatakannya
kepada kamu, namun kamu tidak akan percaya; dan sekalipun Aku bertanya sesuatu
kepada kamu, namun kamu tidak akan menjawab. Mulai sekarang Anak Manusia
sudah duduk disebelah kanan Allah Yang Mahakuasa." Kata mereka semua:
"Kalau begitu, Engkau ini Anak Allah?" Jawab Jesus: "Kamu
sendiri yang mengatakan bahwa Aku Anak Allah." Lalu kata mereka:
"Untuk apa kita perlu kesaksian lagi? Kita ini telah mendengarnya dari
mulutnya sendiri." (Lukas 22:66-71)
Betapa jelas sekali
penolakan Jesus ini, dia tidak pernah membenarkan sebutan orang yang mengatakan
dirinya sebagai putra Allah dan dia mempertegas bahwa dia hanyalah anak manusia.
Jikapun orang menyebutnya sebagai anak Tuhan, maka dilontarkannya kalimat bahwa
merekalah yang sudah mengatakan yang demikian, namun dia sendiri tidak
mengatakannya melainkan sebagai anak manusia semata.
Al-Qur'an menggariskan :
Dan ketika Allah berfirman:"Hai 'Isa putera Maryam,
adakah kamu mengatakan kepada manusia: "Jadikanlah aku dan ibuku dua orang
Tuhan selain Allah ?". 'Isa menjawab:"Maha Suci Engkau, tidaklah
patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku. Jika aku pernah mengatakannya
maka tentulah Engkau telah mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku sama
sekali tiada mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha
Mengetahui perkara yang ghaib-ghaib, Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka
kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku yaitu: "Sembahlah Allah,
Tuhanku dan Tuhanmu", dan adalah aku menjadi saksi terhadap
mereka." (Qs. al-Ma'idah 5:116-117)
Selain itu bantahan akan
keTuhanan Jesus al-masih ini bisa juga ditemukan dalam Surah 4An Nisaa:171,
5 Al Maa;idah:72-73-75. Dengan demikian betapa banyak persamaan yang
diungkapkan oleh al-Qur'an dan Bible mengenai status Jesus alias 'Isa al-Masih
ini.
Disatu sisi lainnya,
pernyataan Bible yang menyebutkan akan keanakan Tuhan yang ada pada diri Jesus,
sebaiknya kita ambil dalam makna kias (figuratif) dengan menarik satu benang
merah diantara ayat-ayat Bible lainnya dan bukan mengambil makna harfiah
(literal)
Ayat yang cukup sering
dijadikan dasar fondasi akan ketuhanan Jesus oleh umat Nasrani beberapa
diantaranya adalah sebagai berikut :
"Tetapi jikalau Aku melakukannya dan kamu tidak mau
percaya kepadaku, percayalah akan pekerjaan-pekerjaan itu, supaya kamu boleh
mengetahui dan mengerti, bahwa Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa." (Yohanes
10:38)
Ayat ini bisa kita tarik
benang merah dengan ayat yang terdapat didalam Yohanes 17:21 dan 23 :
"Supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau,
ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita,
supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku."
(Yohanes 17:21)
"Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya
mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus
Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku." (Yohanes
17:23)
Kalimat "Bapa
dalam aku", dan muridnya pun jadi satu dengan Allah dan Jesus
mempunyai pengertian bahwa Allah selalu menyertai Jesus dan para muridnya
dimana dan kapan saja, sebagaimana pula sabda Nabi Muhammad Saw seperti :
"Janganlah takut,
sesungguhnya Allah beserta kita."
Didalam Al-Qur'an juga
dikatakan :
"Sesungguhnya Allah
beserta orang-orang yang sabar." (QS. 2:153 dan 8:46)
Bahkan para penyair sufi
sering juga melantunkan syair "Dihatiku ada Allah", kalimah
ini bukan berarti bahwa Allah bertempat didalam diri sang sufi, analogi ini
juga bisa kita nisbatkan pada kalimat Jesus tersebut, sebab Allah tidak
membutuhkan ruang, waktu dan tempat.
Selain itu, untuk
menambah kelengkapan penjelasan bahwa anak Tuhan yang dipakaikan terhadap Jesus
hanyalah satu kiasan, kita tarik lagi benang merah antar ayat-ayat Bible.
Kalimat anak Tuhan ini juga bisa kita temukan dalam berbagai ayat Bible lainnya
yang merujuk pada pribadi atau golongan selain dari Jesus.
Daud disebut sebagai anak
Allah yang sulung berdasarkan Mazmur 89:27
Yakub alias Israil adalah
anak Allah yang sulung berdasarkan Keluaran 4:22 dan 23
Afraim adalah anak Allah
yang sulung berdasar pada Yeremia 31:9
Adam disebut sebagai anak
Allah berdasar Lukas 3:38
Selanjutnya tercatat pula
adanya anak-anak Allah dalam :
Kitab Kejadian 6:2 dan
6:4, Kitab Job 1:6 dan Job 2:1 serta Job 38:7
Bahkan salah satu
kriteria untuk menjadi anak-anak Allah adalah sebagaimana diriwayatkan oleh
Matius pasal 5 ayat 9 dan juga Yohanes pasal 1 ayat 12:
"Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka
akan disebut anak-anak Allah." (Matius 5:9)
"Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa
supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya".
(Yohanes 1:12)
Dengan demikian maka
sebagai kesimpulan akhir dari semua ini adalah : Bahwa yang disebut selaku anak
Allah itu merupakan manusia yang dicintai atau diridhoi Allah yang lazim juga
dikenal sebagai para kekasih Allah atau mereka yang taat kepada perintah-perintah
Tuhan.
Dalam hal ini, Allah
menyatakan firman-Nya di Qur'an sebagai berikut :
"Dan mereka (orang kafir) berkata: 'Allah mempunyai
anak.", Mahasuci Dia ! Bahkan Dia-lah yang mempunyai apa-apa yang dilangit
dan dibumi." (QS. al-Baqarah 2:116)
Mereka (orang Yahudi & Nasrani)berkata: "Allah
mempunyai anak". Maha Suci Allah; Dia-lah Yang Maha Kaya; kepunyaan-Nya
apa yang ada di langit dan apa yang di bumi. Kamu tidak mempunyai pengetahuan
tentang ini. Pantaskah kamu mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu
ketahui? (QS. Yuunus 10 :68)
Dan telah berkata orang-orang Yahudi dan Nasrani: "Kami
ini adalah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya". Tanyalah: "Kalau
begitu, kenapa Allah menyiksa kamu karena dosa-dosamu ?" Kamu adalah
manusia (biasa) yang telah diciptakan-Nya." (QS.
al-Maaidah 5:18)
"Ucapkanlah:
Dialah Allâh yang Esa.
Allâh tempat semuanya
bergantung.
Tidak beranak dan tidak pula
diperanakkan.
Dan tidak ada bagi-Nya kesetaraan
dengan apapun."
(QS al-Ikhlash 112:1-4)
Kita akan melanjutkan pembahasan mengenai sosok
pribadi 'Isa al-Masih putra Maryam ini pada artikel 'Isa al-Masih
Bukanlah Putera Allah
Sumber : Armansyah
Label:
Studi Kritis Pemahaman Islam
Friday, March 8, 2013
10 Peristiwa Besar Yang Dilupakan Sejarah Dunia
Daftar ini terinspirasi oleh sebuah
buku yang sangat bagus" Lost in Times ". Saya sangat merekomendasikan
Anda membeli jika Anda ingin membaca lebih detail tentang, orang-orang cerita
dan tempat-tempat dalam daftar ini.
10. Cahokia
Amerika yang Terlupakan di Roma
Cahokia Mounds State Historic Site
adalah wilayah dimana kota kuno asli (abad 600-1400 M) dekat Collinsville,
Illinois.Ini adalah situs arkeologi terbesar terkait dengan budaya
Mississippian, yang dikembangkan masyarakat maju di Amerika Utara tengah dan
timur, dimulai lebih dari lima abad sebelum kedatangan orang Eropa. Ini adalah National Historic Landmark dan situs yang ditujukan
DALAM perlindungan negara. Selain itu, ini adalah salah satu dari hanya dua
puluh Situs Warisan Dunia di wilayah Amerika Serikat. Ini adalah konstruksi
tanah prasejarah terbesar di Amerika utara Meksiko. Hal ini juga rumah bagi struktur
kayu yang muncul identik dengan fungsi Stonehenge. Pada titik tinggi
perkembangannya, Cahokia adalah kota terbesar di utara pusat kota Mesoamerika
besar di Meksiko
Label:
Bacaan
Subscribe to:
Comments (Atom)



