Sample Feature Post 1 Title
All of this content is sample tyr to replace these content every slider to your content descriptions. Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace it.
Sample Feature Post 2 Title
All of this content is sample tyr to replace these content every slider to your content descriptions. Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace it.
Sample Feature Post 3 Title
All of this content is sample tyr to replace these content every slider to your content descriptions. Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace it.
Wednesday, May 29, 2013
Berharap atau Berangan-angan
Lulus ujian dengan nilai yang baik dan diterima di lembaga
pendidikan selanjutnya adalah harapan dari sebagian kita. Diantara kita ada
yang berusaha keras untuk mewujudkan harapan tersebut. Namun ada juga yang
‘sekedar berharap’ . Kita berharap lulus dan dapat melanjutkan pendidikan namun
tak berusaha keras untuk mewujudkan harapan kita.
Sesungguhnya kita adalah perumpamaan hamba-hamba Allah dalam
menyikapi rahmat Allah, ampunan-Nya, dan penerimaan-Nya terhadap amal ibadah.
Hal ini berkaitan dengan ar-raja’, suatu akhlak hati yang mempunyai peranan
penting dalam ibadah.
Label:
Motivasi
Al Quran Berbicara Mengenai “TELEPORTASI”
Teleportasi memiliki arti pemindahan sesuatu (materi) dari satu
titik ke titik lain melalui sebuah proses penguraian dan pengembalian kembali
susunan dari sesuatu tersebut. Kalau pernah menonton film Star Trek, Battle
Star of Galactica, Time Tunnel, atau Time Machine, atau The One nya Jet Lee, pasti
tergambar proses teleportasi, dimana sosok Capt.
Kirk dan Spok dapat berlanglang buana ke berbagai tempat di
angkasa ini melalui mesin teleportasi. Atau tokoh Triple James yang
berpetualang di antar galaksi dalam mencari tempat kehidupan baru bagi ras
manusia, dengan menggunakan kendaraan berkecepatan cahayanya (teknologi warp).
Atau Time Tunnel, dimana sekelompok manusia melewati lorong waktu berkelana ke
dunia lain melalui lubang cacing (wormhole, istilah ilmiah/fisika untuk
menjelaskan adanya lorong antar dimensi yang dapat menembus waktu dan ruang).
Dan terakhir Time Machine, dimana sosok Adam (tokoh dalam film)
mencari pembalikan takdir untuk menjumpai istrinya kembali sebelum terjadi
kecelakaan dan terjebak dalam beberapa zaman melalui mesin waktu ciptaannya.
Ya…semua itu adalah sci-fi atau fiksi ilmiah yang akan menerbangkan imajinasi
penonton berkenaan dengan waktu. Tetapi jangan lupa, dalam Al Qur’an pun
membicarakan sesuatu tentang teleportasi ini…
Dalam Al Qur’an ada ayat yang membicarakan peristiwa teleportasi
ini yaitu berkenaan dengan peristiwa pemindahan Singgasana Ratu Bilqis dari
negeri Saba’. Dalam Qur’an Surat An Naml (27) ayat 38 – 40 yang artinya,
“Berkata Sulaiman: “Hai
pembesar-pembesar, siapakah di antara kamu sekalian yang sanggup membawa
singgasananya kepadaku sebelum mereka datang kepadaku sebagai orang-orang yang
berserah diri”, Berkata ‘Ifrit (yang cerdik) dari golongan jin: “Aku akan
datang kepadamu dengan membawa singgsana itu kepadamu sebelum kamu berdiri dari
tempat dudukmu; sesungguhnya aku benar-benar kuat untuk membawanya lagi dapat
dipercaya”,
Berkatalah seorang yang
mempunyai ilmu dari AI Kitab : “Aku akan membawa singgasana itu kepadamu
sebelum matamu berkedip”. Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak
di hadapannya, iapun berkata: “Ini termasuk kurnia Tuhanku untuk mencoba aku
apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya). Dan barangsiapa yang
bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan
barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia“.
Ada dua tawaran untuk hal pemindahan singgasana Sang Ratu Bilqis,
yaitu yang pertama dari bangsa Jin dalam hal ini diwakili Ifrit yang memiliki
kemampuan melalui ilmunya (teknologi mereka) dapat memindahkan singgasana
tersebut dengan hitungan waktu sesaat, yang digambarkan ‘sebelum Nabi Sulaiman
as berdiri dari tempat duduknya’. Yang kedua adalah tawaran dari seseorang yang
memiliki ilmu dari Al Kitab (apakah itu Kitab terdahulu dalam hal ini Zabur dan
Taurat, atau kitab Ilmu pengetahuan dan teknologi yang mereka kuasai saat itu).
Ia mampu memindahkan singgasana dengan hitungan waktu yang lebih cepat dari
tawaran Ifrit, yaitu dalam waktu sekejap yang digambarkan sebelum mata Nabi
Sulaiman as berkedip. Subhanallah… .
Yang jadi pertanyaan adalah : apakah sang ilmuwan ini hanya
mengandalkan doa semata-mata selayaknya kemampuan Allah mencipta dengan
mengatakan ‘Kun’, ini mustahil. Atau hanya sekedar mengandalkan kekuatan doa
agar dikabulkan Allah SwT untuk memindahkannya, ini pun mustahil. Mengapa? ini
seolah Nabi Sulaiman as tidak memiliki kekuatan doanya secara langsung kepada
Allah SwT sebagai seorang Nabi yang memiliki kedudukan khusus di sisi Allah
yang justru jauh dari apa yang dimiliki oleh hanya seorang pembesarnya
(menterinya) yang berilmu.
Demikian juga waktu yang dilakukan untuk berdoa dengan mata berkedip, lebih cepat mata berkedip. Apakah hanya mengatakan kata tertentu? Mustahil juga, layaknya sebuah sihir ‘abrakadabra’. Ilmu (teknologi) apakah ini? Yang jelas ini merupakan sebuah ilmu teknologi canggih yang terjadi pada saat itu dan tidak dapat dikuasai lagi di abad berikutnya. Mengapa? Karena Nabi Sulaiman as sendiri yang meminta melalui doanya, sebagaimana tercantum dalam Qur’an Surat (38) Shaad ayat 35 yang artinya,
Demikian juga waktu yang dilakukan untuk berdoa dengan mata berkedip, lebih cepat mata berkedip. Apakah hanya mengatakan kata tertentu? Mustahil juga, layaknya sebuah sihir ‘abrakadabra’. Ilmu (teknologi) apakah ini? Yang jelas ini merupakan sebuah ilmu teknologi canggih yang terjadi pada saat itu dan tidak dapat dikuasai lagi di abad berikutnya. Mengapa? Karena Nabi Sulaiman as sendiri yang meminta melalui doanya, sebagaimana tercantum dalam Qur’an Surat (38) Shaad ayat 35 yang artinya,
”Ia berkata: “Ya
Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki
oleh seorang juapun sesudahku, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Pemberi”.
Bayangkan bila teknologi itu dapat dikuasai pada saat ini… pasti
semakin banyak kejahatan yang terjadi yang memanfaatkan teknologi tersebut. Dan
untung hanya sebatas pada film-film sci-fi (sciencefiction). Atau akan menjadi
kufur karena tidak percaya dengan apa yang sudah ditetapkan Allah (Takdir).
Teleportasi berikutnya dalam bentuk perjalanan atau transfer
sesuatu
1. Peristiwa “al Maidah” permintaan Nabi Isa As kepada Allah SWT
(QS. Al Maidah 5 ayat 114-115),
Isa putra Maryam berdoa: "Ya Tuhan kami, turunkanlah kiranya
kepada kami suatu hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari
raya bagi kami yaitu bagi orang-orang yang bersama kami dan yang datang sesudah
kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau; beri rezekilah kami, dan
Engkaulah Pemberi rezeki Yang Paling Utama".
2. Peristiwa “al Maidah” Maryam binti Imron, ibunda Isa As yang
kedapatan makanan di mihrabnya saat Zakariya as mengetahui keberadaan makanan
tersebut (QS.Ali Imron 3 ayat 37),
Maka Tuhannya menerimanya (sebagai nazar) dengan penerimaan yang baik, dan mendidiknya dengan pendidikan yang baik dan Allah menjadikan Zakaria pemeliharanya. Setiap Zakaria masuk untuk menemui Maryam di mihrab, ia dapati makanan di sisinya. Zakaria berkata: "Hai Maryam dari mana kamu memperoleh (makanan) ini?" Maryam menjawab: "Makanan itu dari sisi Allah". Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa hisab.
3. Peristiwa perjalanan Sulaiman As dengan menggunakan angin
(QS.Saba 34 ayat 12),
Dan Kami (tundukkan) angin bagi Sulaiman, yang perjalanannya di
waktu pagi sama dengan perjalanan sebulan dan perjalanannya di waktu sore sama
dengan perjalanan sebulan (pula) dan Kami alirkan cairan tembaga baginya. Dan
sebahagian dari jin ada yang bekerja di hadapannya (di bawah kekuasaannya)
dengan izin Tuhannya. Dan siapa yang menyimpang di antara mereka dari perintah
Kami, Kami rasakan kepadanya azab neraka yang apinya menyala-nyala.
4. Peristiwa teleportasi Isa as ke suatu tempat yang hanya Allah tahu dalam rangka penyelamatan Allah terhadap diri-Nya dari Fitnah. (QS. An Nisa 4 ayat 158 – 159),
Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya.
Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
Tidak ada seorang pun dari Ahli Kitab, kecuali akan beriman
kepadanya (Isa) sebelum kematiannya. Dan di hari Kiamat nanti Isa itu akan
menjadi saksi terhadap mereka.
5. Peristiwa Isra’ dan Mi’raj nya Rasulullah Muhammad SAW (QS.
Isra 17 ayat 1).
Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu
malam dari Al Masjidilharam ke Al Masjidilaksa yang telah Kami berkahi
sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda
(kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.
Nah, peristiwa teleportasi ini jelas pasti berhubungan dengan
masalah ‘waktu’ dan ‘tempat’, maka banyak sekali dalam Al Qur’an, Allah
bersumpah dengan nama ciptaanNya agar supaya manusia memperhatikan ada apa
dibalik nama ciptaanNya tersebut. Semisal ‘Demi Waktu Ashar’ , ‘Demi Waktu
Fajar’, ‘Demi Waktu Dhuha’, ‘Demi Waktu Siang’, ‘Demi Waktu Malam’, dan masih
banyak lagi yang berkenaan dengan waktu. Belum lagi berkenaan dengan sebuah
peristiwa atau tempat-tempat tertentu.
Tidak lain adalah bagaimana kita sebagai manusia memperhatikan
hal-hal demikian, ada rahasia apa di balik demikian. Paling tidak sebagaimana
ujian teleportasi pada nabi Sulaiman as yang ia katakan adalah “Ini termasuk
kurnia Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan
nikmat-Nya dan kekuasaan-Nya). Dan barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya
dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar
(akan nikmat-Nya dan kekuasaan-Nya), maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi
Maha Mulia“
Atau sebagai tolok ukur manusia untuk melihat perkembangan
amaliyahnya ketika ia masih berada di dunia ini, sebagaimana apa yang di inginkan
Allah SWT dalam QS. Al Mulk 67 ayat 2 yaitu
“(Dialah Allah) Yang
menjadikan mati (peristiwa kematian) dan hidup (peristiwa kehidupan), supaya
Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha
Perkasa lagi Maha Pengampun”.
Wallahu a’lam bish Shawwab.
Label:
Sains
Subscribe to:
Comments (Atom)



