Apakah Alkitab mengajarkan bahwa Allah itu memperanakkan Isa,
dengan kata lain Isa adalah hasil hubungan biologis/seksual? Inilah pengertian
banyak orang yang belum mempelajari dan mengerti ajaran Alkitab. Sebenarnya
dalam pandangan orang Kristen dan Alkitab ajaran demikian adalah fitnah
terbesar!
Alkitab tidak pernah mengajarkan bahwa Allah menghampiri
seorang perempuan dan dari hubungan biologis itu si perempuan melahirkan Isa
Anak Allah. Tidak ada seorang Kristen pun yang mengajarkan ajaran ini yang
begitu merendahkan dan menghujat Allah. Anak Allah, menurut ajaran Alkitab dan
pada pandangan orang Kristen, selalu dalam arti kiasan atau figuratif. Bukankah
istilah “anak” sering juga dipakai sebagai kiasan dalam budaya dan bahasa
Indonesia? Bukankah bila pertanyaan-pertanyaan berikut diajukan, maka
jawabannya pasti akan selalu berbunyi “TIDAK”!
Apakah kapal pernah memperanakkan anak kapal?
Apakah bukit pernah memperanakkan anak bukit? Apakah kalimat
pernah memperanakkan anak kalimat? Apakah tangga pernah
memperanakkan anak tangga? Apakah sungai pernah memperanakkan anak
sungai? Apakah kota Jakarta pernah memperanakkan anak kota
Jakarta? Apakah desa pernah memperanakkan anak desa?
Di dalam Alkitab, Isa sebagai Anak Allah artinya sama dengan
Firman Allah atau Kalimat Allah. KeberadaanNya sebagai Anak Allah sama sekali
tidaklah dibatasi oleh kelahiranNya di Bethlehem dan kematianNya di Bukit
Golgota. Anak Allah itu sudah ada sebelum alam semesta diciptakan, Anak Allah
itu kekal di dalam ke-Esaan Allah Yang Maha Esa dan Maha Kuasa.Isa Al-Masih
disebut Anak Allah karena Ia dengan sempurna menyatakan Allah kepada manusia.
Ialah Kalimat Allah dan dengan sempurna menjelaskan kehendak dan sifat Allah
kepada manusia. Sebagai Anak dan Kalimat Allah, Isa menyatakan kasih dan
kesucian dan keselamatan dari Allah kepada manusia.Wahyu Allah dalam Alkitab
terdapat dalam Ibrani 1:1-3 menerangkan kebenaran ini:
“Setelah pada zaman dahulu
Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita
dengan perantaraan nabi-nabi, maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara
kepada kita dengan perantaraan AnakNya (Isa), yang telah Ia tetapkan sebagai
yang berhak menerima segala yang ada. Oleh Dia Allah telah menjadikan alam
semesta. Ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan menopang
segala yang ada dengan FirmanNya yang penuh kekuasaan”.
Alkitab menjelaskan kebenaran ini lagi dalam Injil Yohanes
1:1-2,14 demikian:
“Pada mulanya adalah Firman;
Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman (Isa) itu adalah Allah … Firman
itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat
kemuliaan yang telah diberikan kepadaNya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh
dengan kasih karunia dan kebenaran”
Inilah kebenaran bahwa Isa
as. bukanlah Tuhan yang dipercaya oleh orang Kristiani.




0 komentar:
Post a Comment