Pages

Saturday, December 8, 2012

IMAN, ISLAM DAN IHSAN




Iman, Islam, dan Ihsan adalah risalah atau syariat Islam.

Iman, Islam, dan Ihsan adalah pokok-pokok ajaran Islam.

Iman Islam Ihsan disebut juga Aqidah Ibadah Akhlak.

Iman adalah kepercayaan atau keyakinan. Islam adalah pelaksanaan atau pembuktian keyakinan. Ihsan adalah etika dalam keyakinan dan pengamalannya.

Pelaku Iman disebut Mukmin. Pelaksana Islam disebut Muslim. Pengamal Ihsan disebut Muhsin.

Pengertian Iman, Islam, dan Ihsan disebutkan langsung Rosûlullôh ﷺ dalam sebuah hadits shahih. Dari Umar bin Khoththob رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُ Ia berkata:

بَيْنَمَا نَحْنُ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ يَوْمٍ إِذْ طَلَعَ عَلَيْنَا رَجُلٌ شَدِيدُ بَيَاضِ الثِّيَابِ شَدِيدُ سَوَادِ الشَّعَرِ لَا يُرَى عَلَيْهِ أَثَرُ السَّفَرِ وَلَا يَعْرِفُهُ مِنَّا أَحَدٌ حَتَّى جَلَسَ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَسْنَدَ رُكْبَتَيْهِ إِلَى رُكْبَتَيْهِ وَوَضَعَ كَفَّيْهِ عَلَى فَخِذَيْهِ وَقَالَ يَا مُحَمَّدُ أَخْبِرْنِي عَنْ الْإِسْلَامِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْإِسْلَامُ أَنْ تَشْهَدَ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَتُقِيمَ الصَّلَاةَ وَتُؤْتِيَ الزَّكَاةَ وَتَصُومَ رَمَضَانَ وَتَحُجَّ الْبَيْتَ إِنْ اسْتَطَعْتَ إِلَيْهِ سَبِيلًا قَالَ صَدَقْتَ قَالَ فَعَجِبْنَا لَهُ يَسْأَلُهُ وَيُصَدِّقُهُ قَالَ فَأَخْبِرْنِي عَنْ الْإِيمَانِ قَالَ أَنْ تُؤْمِنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ قَالَ صَدَقْتَ قَالَ فَأَخْبِرْنِي عَنْ الْإِحْسَانِ قَالَ أَنْ تَعْبُدَ اللَّهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ قَالَ فَأَخْبِرْنِي عَنْ السَّاعَةِ قَالَ مَا الْمَسْئُولُ عَنْهَا بِأَعْلَمَ مِنْ السَّائِلِ قَالَ فَأَخْبِرْنِي عَنْ أَمَارَتِهَا قَالَ أَنْ تَلِدَ الْأَمَةُ رَبَّتَهَا وَأَنْ تَرَى الْحُفَاةَ الْعُرَاةَ الْعَالَةَ رِعَاءَ الشَّاءِ يَتَطَاوَلُونَ فِي الْبُنْيَانِ قَالَ ثُمَّ انْطَلَقَ فَلَبِثْتُ مَلِيًّا ثُمَّ قَالَ لِي يَا عُمَرُ أَتَدْرِي مَنْ السَّائِلُ قُلْتُ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ قَالَ فَإِنَّهُ جِبْرِيلُ أَتَاكُمْ يُعَلِّمُكُمْ دِينَكُمْ

“Dahulu kami pernah berada di sisi Rosûlullôh ﷺ, lalu datanglah seorang laki-laki yang bajunya sangat putih, rambutnya sangat hitam, tidak tampak padanya bekas-bekas perjalanan. Tidak seorang pun dari kami mengenalnya, hingga dia mendatangi Nabi ﷺ lalu menyandarkan lututnya pada lutut Nabi ﷺ, kemudian ia berkata: ‘Wahai Muhammad, kabarkanlah kepadaku tentang Islam ?’ Rosûlullôh ﷺ menjawab: “Kesaksian bahwa tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Allôh dan bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan puasa Ramadlan, serta haji ke Baitulloh jika kamu mampu bepergian kepadanya”. Dia berkata: ‘Kamu benar’. Umar berkata: Maka kami kaget terhadapnya karena dia menanyakannya dan membenarkannya. Dia bertanya lagi: ‘Kabarkanlah kepadaku tentang Iman itu ?’ Beliau ﷺ menjawab: “Kamu beriman kepada Allôh, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para Rosûl-Nya, hari akhir, dan takdir baik dan buruk”. Dia berkata: ‘Kamu benar’. Dia bertanya: ‘Kabarkanlah kepadaku tentang Ihsan itu ?’ Beliau Shollallôhu ‘alaihi wasallam menjawab: “Kamu menyembah Allôh seakan-akan kamu melihat-Nya, maka jika kamu tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu”. Dia bertanya lagi: ‘Kapankah hari akhir itu ?’ Beliau menjawab: “Tidaklah orang yang ditanya itu lebih mengetahui daripada orang yang bertanya”. Dia bertanya: ‘Lalu kabarkanlah kepadaku tentang tanda-tandanya ?’ Beliau menjawab: “Apabila seorang budak melahirkan (anak) tuan-nya, dan kamu melihat orang yang tidak beralas kaki, telanjang, miskin, penggembala kambing, namun bermegah-megahan dalam membangun bangunan”. Kemudian dia bertolak pergi. Maka aku tetap saja heran kemudian Beliau berkata: “Wahai Umar, apakah kamu tahu siapa penanya tersebut ?” Aku menjawab: Allôh dan Rosûl-Nya lebih tahu’. Beliau bersabda: “Itulah Jibril, dia mendatangi kalian untuk mengajarkan kepada kalian tentang pengetahuan agama”.

[Riwayat Muslim Hadits Arba’in No. 2. Hadis ini diriwayatlan juga oleh Bukhari, Abu Dawud, at-Turmudzi, Ibnu Majah, Ahmad bin Hambal].

Pengertian Iman

Dalam hadits di atas, Rosûlullôh ﷺ mengemukakan Rukun Iman Arkanul Iman yakni percaya kepada Allôh Subhanahu wa ta'ala para malaikat, kitab-kitab, para Rosûl, hari kiamat, dan takdir.

Kata iman berasal dari bahasa Arab, yaitu amana-yu'minu yang artinya percaya atau menerima.

Menurut istilah, Iman adalah membenarkan dengan hati, mengucapkan dengan lisan, dan memperbuat dengan anggota badan (beramal). (Tashdiqun bil qolbi ikrarun bil lisan wa 'amalun bil arkan). Orang beriman disebut Mukmin.

Pengertian Islam

Islam secara bahasa artinya berserah diri dan damai. Islam adalah agama Allôh Subhanahu wa ta'ala.

إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الْإِسْلامُ

“Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allôh hanyalah Islam” (Ali Imran: 19)

Kata Islam berasal dari bahasa Arab yaitu aslama yang artinya patuh, pasrah, menyerah diri, atau selamat.

Pemeluk Islam atau orang yang tunduk dan patuh berserah diri kepada Allôh disebut Muslim.

Pengertian Ihsan

Ihsan berasal dari bahasa Arab yaitu ahsan (yuhsinu), ihsanan yang artinya kebaikan atau berbuat baik.

Menurut istilah, ihsan ialah berbakti dan mengabdikan diri kepada Allôh Subhanahu wa ta'ala atas dasar kesadaran dan keikhlasan. Pelakunya disebut Muhsin.

Ihsan atau kebaikan tertinggi adalah seperti disabdakan Rosûlullôh ﷺ,

قَالَ فَأَخْبِرْنِى عَنِ الإِحْسَانِ. قَالَ: أَنْ تَعْبُدَ اللَّهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ

‘Kabarkanlah kepadaku tentang Ihsan itu ?’ Beliau ﷺ menjawab: “Kamu menyembah Allôh seakan-akan kamu melihat-Nya, maka jika kamu tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu”. [HR. Bukhari]

Selain dalam hal ibadah kepada Allôh Subhanahu wa ta'ala ihsan juga bermakna akhlak atau perilaku baik kepada sesama sebagai pengamalan Iman dan Islam. Rosûlullôh ﷺ bersabda,

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بالله وَاليَومِ الآخرِ ، فَلاَ يُؤْذِ جَارَهُ ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ باللهِ وَاليَومِ الآخِرِ ، فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ باللهِ وَاليَومِ الآخِرِ ، فَلْيَقُلْ خَيْراً أَوْ لِيَسْكُتْ. (مُتَّفَقٌ عَلَيهِ)

“Barangsiapa yang beriman kepada Allôh dan kepada hari akhir, hendaknya ia tidak menyakiti tetangganya, barangisiapa yang beriman kepada Allôh dan kepada hari akhir, hendaknya ia memuliakan tamunya, barangsiapa yang beriman kepada Allôh dan kepada hari akhir, hendaknya ia berkata baik atau diam.” [Muttafaq ‘alaihi]

0 komentar:

Post a Comment