HANYA ADA SATU JALAN HIDUP
Allôh ta’ala (Tuhan yang kita cintai) rupanya kebijaksanaan-Nya menetapkan bahwa Dia tidak mau diduakan oleh manusia dalam segala urusan, tuntutan-Nya hanya satu: ESA-kan Allah dalam semua perkara. Demikianlah hak Allah yang harus dipenuhi oleh setiap manusia, jangan duakan Allah.
Dlam urusan kebenaran, Allah menetapkan bahwa yang benar hanyalah ajaran dan aturan-Nya. Seluruh ajaran atau aturan yang bertentangan dengan ajaran-Nya maka pasti salah. Allah ta’ala menyampaikan:
Dlam urusan kebenaran, Allah menetapkan bahwa yang benar hanyalah ajaran dan aturan-Nya. Seluruh ajaran atau aturan yang bertentangan dengan ajaran-Nya maka pasti salah. Allah ta’ala menyampaikan:
ثُمَّ جَعَلْنَاكَ عَلَى شَرِيعَةٍ مِنَ الأمْرِ فَاتَّبِعْهَا وَلا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَ الَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ
"Kemudian Kami jadikan kamu berada di atas satu syariat (peraturan) dari urusan (agama) itu, maka ikutilah syariat itu dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui." (Al-Jatsiyah : 18)
Bagi Allah ta’ala, peraturan yang benar hanyalah syari’at-Nya. Sedangkan semua peraturan yang dirancang oleh ribuan ahli hukum dan digagas oleh ribuan cendikiawan sekalipun, apabila bertentangan dengan Islam maka itu semua adalah hawa nafsu manusia yang tidak mendatangkan manfaat di sisi-Nya.
Sehingga keluarga sakinah yang diridhai Allah, hanyalah keluarga yang Islami…
Sehingga lembaga pendidikan yang menghasilkan murid-murid cerdas dan bertaqwa hanyalah lembaga pendidikan yang Islami…
Sehingga bisnis yang berbarakah yang mendatangkan pendapatan halal lagi thoyyib, hanyalah bisnis yang dijalankan sesuai ajaran Islam…
Sehingga lembaga pendidikan yang menghasilkan murid-murid cerdas dan bertaqwa hanyalah lembaga pendidikan yang Islami…
Sehingga bisnis yang berbarakah yang mendatangkan pendapatan halal lagi thoyyib, hanyalah bisnis yang dijalankan sesuai ajaran Islam…
Ukuran tersebut, Allah ta’ala yang menetapkan…
Bahkan….
Dalam menetapkan putusan suatu perkara, Allah pun menetapkan bahwa putusan yang sesuai dengan ajaran-Nya yang benar.
Sedangkan putusan apapun yang bertentangan dengan ajaran-Nya adalah buruk dan menjauhkan manusia dari ridha-Nya. Allah ta’ala berfirman:
{يَا دَاوُدُ إِنَّا جَعَلْنَاكَ خَلِيفَةً فِي الأرْضِ فَاحْكُمْ بَيْنَ النَّاسِ بِالْحَقِّ وَلا تَتَّبِعِ الْهَوَى فَيُضِلَّكَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ إِنَّ الَّذِينَ يَضِلُّونَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌ بِمَا نَسُوا يَوْمَ الْحِسَابِ (26)
Hai Daud, sesungguhnya Kami menjadikan kamu khalifah (penguasa) di muka bumi, maka berilah keputusan (perkara) di antara manusia dengan adil dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah. Sesungguhnya orang-orang yang sesat dari jalan Allah akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan. (Shad 26)
Allah ta’ala memerintahkan raja yang penuh kasih dan bijaksana yaitu Raja Daud 'Alaihisallam untuk turun langsung memutuskan permasalahan manusia. Dan secara tegas Allah ta’ala perintahkan beliau 'Alaihisallam untuk memutuskan semua perkara sesuai dengan kebenaran ajaran Allah, apabila tidak maka dihitung menyeleweng.
Bagaimana dengan kita…?
Mari belajar menjadi orang baik di sisi Allah…
Fahrurozi Abu Syamil
@Suryowiyajan Yogyakarta yang berhati nyaman.



0 komentar:
Post a Comment